JIKF 2026: Festival Layang-Layang Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jogja
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo (tengah) saat meninjau program padat karya inrastruktur di Dusun Krajan, Kaluraan Poncosari, Kapanewon Srandakan Bantul, Senin (20/3/2023)/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo mengatakan bawa program padat karya infrastruktur merupakan salah satu program unggulan untuk mempercepat pemulian ekonomi pascapandemi Coid-19 dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul.
“Padat karya ini adalah pemberdayaan, memberdayakan masyarakat Bantul terutama yang masuk dalam kategori miskin untuk bisa diikutkan di dalam kegiatan padat karya. Disisi lain padat karya ini punya satu unggulan, yaitu titik yang dikerjakan sesuai yang diusulkan oleh masyarakat dan dikerjakan secara swakelola,” kata Joko, Selasa (21/3/2023).
Total padat karya tahun ini ada 355 titik yang terdiri dari 153 titik dari APBD Bantul, dan sisanya berasal dari BKK APBD DIY. Masing-masing nilai ada yang Rp100 juta dan Rp200 juta. Joko mengatakan sasaran program padat karya adala warga miskin karena yang mengerakan akan mendapatkan upah. Masing-masing untuk anggota kelompok Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 dan ketua kelompok Rp90.000. Pembayaran atau upah pekerja padat karya akan diberikan setelah proyek padat karya selesai dikerjakan.
Dengan demikian program padat karya ini dapat tepat sasaran. Selain itu hasil pembangunan infrastrukturnya memiliki kualitas yang baik. Menurutnya, infrastruktur yang dibuat oleh masyarakat secara langsung akan jauh lebih baik kualitasnya karena didasari dengan rasa memiliki yang kuat.
“Harapan kita, program ini membawa manfaat untuk kepentingan pembangunan sekaligus kesejahteraan masyarakat Bantul,” uarnya.
Karena itu pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemda DIY yang telah memberikan anggaran untuk padat karya melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) APBD DIY. Selain itu dari Pemkab Bantul pun juga telah menganggarkan melalui APBD kabupaten.
Sementara itu, Lurah Poncosari, Supriyanto mengatakan total ada sembilan titik yang menjadi sasaran program padat karya tahun ini di wilayahnya. Ia tidak menampik bawa program padat karya merupakan salah satu program yang dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaannya melalui pengasilan harian meski dalam angka pendek
“Program padat karya memang banyak memberikan dampak positif kepada masyarakat secara langsung,” katanya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rumiyati berharap program padat karya ini dapat menciptakan perluasan kesempatan kerja. Apalagi program ini melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerjanya
Ia mengatakan bahwa sebagian besar pengerjaan dalam padat karya ini adalah corblok jalan, saluran irigasi tersier, bangket jalan, atau drainase, serta bangunan yang bisa berdampak ekonomi bagi masyarakat.
“Padat karya itu prinsipnya adalah dari masyarakat, untuk untuk masyarakat, dan oleh masyarakat. Proposal dari mereka, penggunanya juga masyarakat, begitupun dengan pengerjaannya,” tandasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.