Advertisement

Wow! Demi Genjot Sektor Industri, Pemkab Kulonprogo Siapkan Dana Rp1 Miliar

Andreas Yuda Pramono
Senin, 27 Maret 2023 - 20:37 WIB
Arief Junianto
Wow! Demi Genjot Sektor Industri, Pemkab Kulonprogo Siapkan Dana Rp1 Miliar Ilustrasi dana. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo menyiapkan anggaran Rp1 miliar guna mengembangkan kapasitas pelaku industri di Kulonprogo.

Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna mengatakan bahwa dinasnya memiliki serangkaian kegiatan pengembangan kapasitas pelaku industri seperti pelatihan penumbuhan wirausaha baru.

Advertisement

“Tujuan kami adalah untuk menumbuhkan pelaku baru di bidang industri. Setidaknya kami memiliki anggaran di atas Rp1 miliar guna pengembangan pelaku industri maupun industri itu sendiri,” kata Sudarna dihubungi pada Senin (27/3/2023).

Saat ini Disdagin sedang fokus terhadap pengembangan kapasitas industri batik yang tidak perlu modal besar untuk menjadi pembatik. Sudarna menambahkan bahwa tiap pelatihan yang mereka berikan setidaknya diisi oleh 20 orang.

Sejauh ini sudah ada empat titik yang menjadi lokasi pelatihan batik. Tidak hanya itu, Disdagin juga memfasilitasi para pembatik untuk mendapat sertifikasi merek batik.

Sementara itu, Kabid Perindustrian Disdagin Kulonprogo, Ade Wahyudiyanto mengatakan bahwa pada triwulan pertama 2023, pertumbuhan  industri kecil dan menengah di Kulonprogo menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik.

“Pertumbuhan di awal tahun ini untuk industri menunjukkan menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik. Ada penambahan industri baru. Lalu industri yang lama pun berkembang menuju situasi sebelum pandemi,” kata Ade, Senin (27/3/2023).

BACA JUGA: Kawasan Industri Semin Diperluas hingga 1.500 Hektare

Kendati belum memiliki data konkret, Disdagin optimis karena laju pertumbuhan ekonomi pada akhir 2022 mengalami kenaikan. “Pertumbuhan ekonomi saat ini 4,38 persen sehingga akan mengalami peningkatan juga terkait pertumbuhan industri di Kulonprogo. Tetapi memang kami belum dapat menyebutkan angka pastinya. Pertumbuhannya signifikan,” katanya.

Melalui data Disdagin, tercatat terdapat 15.847 industri di Kabupaten Kulonprogo. Pertumbuhan industri paling banyak terdapat di wilayah perkotaan seperti Wates, Temon, dan Kokap.

Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) yang kian berkembang juga menjadi pemicu berkembangnya baik industri baru maupun inovasi produk di Kulonprogo.

Disdagin, kata dia, telah memilki prediksi dalam upaya pengembangan industri di Kulonprogo seiring dengan rencana pengembangan aerotropolis dan aerocity.

“Menanggapi rencana pengembangan aerotropolis dan aerocity tersebut, kami mempersiapkan para industri dengan memberikan pelatihan utamanya yang berada di kawasan YIA. Di Kokap ada sentra gula semut, lalu di Temon ada sentra lidah buaya. Kami terus melakukan pembinaan guna menyambut berkembangnya aerotropolis tersebut,” ucapnya.

Lebih jauh, Ade mengatakan bahwa Disdagin bahkan menjalin kerja sama dengan diaspora Jerman untuk bersama dalam mengembangkan baik pelaku maupun industri di Kulonprogo.

Pengembangan tersebut utamanya untuk bidang makanan dan minuman yang jumlahnya mencapai sekitar 11.000 dari 15.847 industri di Kulonprogo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penjelasan KNKT Terkait Pesawat Jatuh di Lapangan Sunburst Bumi Serpong Damai

News
| Senin, 20 Mei 2024, 05:37 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menikmati Sendratari dan Pertunjukan Wayang di Jogja

Wisata
| Minggu, 19 Mei 2024, 06:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement