Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Mobil rombongan keluarga yang tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Kamis (5/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2023 mendatang. Ratusan petugas akan disiagakan pada H-7 dan H+7 Lebaran lantaran diprediksi arus lalu lintas akan signifikan.
Kepala Dishub Kabupaten Bantul Singgih Riyadi mengatakan, ada sejumlah pos pengamanan yang nantinya akan didirikan menyambut Lebaran 2023. Petugas gabungan nantinya akan siaga di pos tersebut untuk pengamanan Lebaran sekaligus melakukan rekayasa laku lintas.
BACA JUGA : Tol Jogja Solo Dibuka: Arus Mudik dari Solo, Arus Balik dari Arah Jogja
"Ada 751 personel yang akan kami terjunkan. Semangat piket secara bergilir dan bergantian," kata Singgih, Kamis (30/3/2023).
Menurut Singgih, pengamanan arus mudik Lebaran nantinya akan dibagi menjadi dua yakni arus mudik dan arus balik. Petugas gabungan sudah akan bersiap pada H-7 Lebaran menyambut arus mudik, kemudian pada arus balik petugas juga akan siaga pada H+7 Lebaran mendatang.
Untuk menghadapi kepadatan lalu lintas saat lebaran 2023, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan persiapkan pengamanan di sejumlah pos pantau. Ratusan personil akan dikerahkan dalam menghadapi lebaran sejak H-7 hingga H+7.
"Sebelum Lebaran nanti akan kami prioritaskan terlebih dahulu kendaraan pengangkut bahan pokok. Sementara saat Lebaran kendaraan berbadan lebar akan kita batasi agar arus lalu lintas lancar," katanya.
BACA JUGA : Sebelum Arus Mudik, Bupati Pastikan Jalur di Sleman Bebas Lubang
Dijelaskan Singgih, pada H-7 Lebaran pengamanan arus lalu lintas akan difokuskan pada jalur mudik yang memasuki wilayah Kabupaten Bantul antara lain di pos induk Gabusan, Srandakan, Klangon Sedayu, Piyungan, dan TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) Parangtritis.
"Kemudian pada H+7 lebaran kami akan menambah 5 pos pantau yang fokuskan pada pengamanan jalur-jalur pariwisata,"ungkapnya.
Selain itu, Dishub Bantul nantinya juga akan mendirikan pos pantau di Hutan Pinus Mangunan, Puncak Becici, Pinus Pengger, jalur Cinomati, dan Jembatan Kretek II. Sementara pada jalur Cinomati yang merupakan titik rawan kecelakaan personel yang ditempatkan di sana nantinya ditugaskan untuk mengalihkan kendaraan ke jalur lain.
“Khusus Cinomati kami akan berlakukan seperti tahun sebelumnya, kendaraan akan dilarang karena terlalu berisiko,” ujarnya.
BACA JUGA : Berencana Mudik lewat Sleman? Ini Dia 3 Jalur Rawan
Singgih menambahkan, adapun jalur yang diprediksi rawan terjadinya kepadatan lalu lintas saat Lebaran nanti berada di Jalan Parangtritis dan Jalan Wonosari. Dishub Bantul nantinya akan memanfaatkan keberadaan Jembatan Kretek II yang sudah dibuka untuk memecah kepadatan arus.
“Jembatan Kretek II sangat membantu untuk pengalihan jalur mudik dan arus balik, makanya kami beri pos pantau disitu juga,” pungkas Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.