Pekan Fotografi Sewon 2026 Angkat Kisah Warga Hadapi Krisis Lingkungan
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Mobil rombongan keluarga yang tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Kamis (5/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2023 mendatang. Ratusan petugas akan disiagakan pada H-7 dan H+7 Lebaran lantaran diprediksi arus lalu lintas akan signifikan.
Kepala Dishub Kabupaten Bantul Singgih Riyadi mengatakan, ada sejumlah pos pengamanan yang nantinya akan didirikan menyambut Lebaran 2023. Petugas gabungan nantinya akan siaga di pos tersebut untuk pengamanan Lebaran sekaligus melakukan rekayasa laku lintas.
BACA JUGA : Tol Jogja Solo Dibuka: Arus Mudik dari Solo, Arus Balik dari Arah Jogja
"Ada 751 personel yang akan kami terjunkan. Semangat piket secara bergilir dan bergantian," kata Singgih, Kamis (30/3/2023).
Menurut Singgih, pengamanan arus mudik Lebaran nantinya akan dibagi menjadi dua yakni arus mudik dan arus balik. Petugas gabungan sudah akan bersiap pada H-7 Lebaran menyambut arus mudik, kemudian pada arus balik petugas juga akan siaga pada H+7 Lebaran mendatang.
Untuk menghadapi kepadatan lalu lintas saat lebaran 2023, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan persiapkan pengamanan di sejumlah pos pantau. Ratusan personil akan dikerahkan dalam menghadapi lebaran sejak H-7 hingga H+7.
"Sebelum Lebaran nanti akan kami prioritaskan terlebih dahulu kendaraan pengangkut bahan pokok. Sementara saat Lebaran kendaraan berbadan lebar akan kita batasi agar arus lalu lintas lancar," katanya.
BACA JUGA : Sebelum Arus Mudik, Bupati Pastikan Jalur di Sleman Bebas Lubang
Dijelaskan Singgih, pada H-7 Lebaran pengamanan arus lalu lintas akan difokuskan pada jalur mudik yang memasuki wilayah Kabupaten Bantul antara lain di pos induk Gabusan, Srandakan, Klangon Sedayu, Piyungan, dan TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) Parangtritis.
"Kemudian pada H+7 lebaran kami akan menambah 5 pos pantau yang fokuskan pada pengamanan jalur-jalur pariwisata,"ungkapnya.
Selain itu, Dishub Bantul nantinya juga akan mendirikan pos pantau di Hutan Pinus Mangunan, Puncak Becici, Pinus Pengger, jalur Cinomati, dan Jembatan Kretek II. Sementara pada jalur Cinomati yang merupakan titik rawan kecelakaan personel yang ditempatkan di sana nantinya ditugaskan untuk mengalihkan kendaraan ke jalur lain.
“Khusus Cinomati kami akan berlakukan seperti tahun sebelumnya, kendaraan akan dilarang karena terlalu berisiko,” ujarnya.
BACA JUGA : Berencana Mudik lewat Sleman? Ini Dia 3 Jalur Rawan
Singgih menambahkan, adapun jalur yang diprediksi rawan terjadinya kepadatan lalu lintas saat Lebaran nanti berada di Jalan Parangtritis dan Jalan Wonosari. Dishub Bantul nantinya akan memanfaatkan keberadaan Jembatan Kretek II yang sudah dibuka untuk memecah kepadatan arus.
“Jembatan Kretek II sangat membantu untuk pengalihan jalur mudik dan arus balik, makanya kami beri pos pantau disitu juga,” pungkas Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
AS dan Iran capai kesepakatan awal, Selat Hormuz dibuka kembali. Harga minyak diprediksi turun, negosiasi nuklir berlanjut.
Program MBG dihentikan sementara saat libur sekolah. BGN audit dapur dan siapkan skema baru yang lebih tepat sasaran.
Top Ten News Harian Jogja Selasa 16 Juni 2026, dari kabel semrawut Jogja hingga harga emas naik dan update Piala Dunia.
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
MK target putusan gugatan MBG pada Juli 2026. Sidang dipercepat, jumlah ahli dibatasi demi efisiensi waktu persidangan.