Advertisement

Sri Sultan HB X Resmikan Gedung Laboratorium Terpadu Sasana Mulya Husada

Stefani Yulindriani Ria S. R
Jum'at, 31 Maret 2023 - 17:57 WIB
Budi Cahyana
Sri Sultan HB X Resmikan Gedung Laboratorium Terpadu Sasana Mulya Husada Sri Sultan HB X meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu Sasana Mulya Husada, Jumat (31/3/2023). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAGubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan gedung laboratorium terpadu Sasana Mulya Husada, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. Gedung tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Sri Sultan HB X mengatakan laboratorium medis memiliki peran penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. “Dengan menyediakan layanan pengujian diagnostik yang akurat dan tepat waktu. Hasil diagnostik yang memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi penyebab utama gejala dan mengembangkan rencana perawatan yang tepat,” ujarnya, Jumat (31/3/2023). 

Advertisement

Selain itu, menurut Sultan, laboratorium membantu pemantauan penyakit kronis dan deteksi penyakit menular sehingga pengobatan dan pengendalian wabah dapat dilakukan dengan cepat. “Dengan munculnya teknologi laboratorium yang canggih, laboratorium medis semakin menjadi komponen penting, dalam pengobatan yang dipersonalisasi,” ujarnya. 

Sultan juga berpandangan dengan kemampuan menganalisis data generik dan molekuler, laboratorium dapat mengidentifikasi faktor resiko individual dan mengembangkan rencana perawatan sesuai kebutuhan. 

“Ke depan laboratorium ini lebih dari sekadar kumpulan teknologi dan peralatan, melainkan sebuah upaya kolaboratif-integratif, dengan menyediakan berbagai pilihan diagnostik dan pengobatan di bawah satu atap,” ucapnya. 

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengharapkan BLKK dapat menjadi laboratorium medis utama yang memiliki layanan lengkap, sehingga dapat menjadi rujukan dari laboratorium yang ada di DIY. 

“Pengembangan laboratorium termasuk peningkatan sarana dan prasarana merupakan upaya yang harus dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas, serta mutu pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. 

Gedung laboratorium tersebut dibangun dengan luas 3.293,51 meter persegi, dengan menghabiskan dana APBD Rp22,3 miliar. Lantai pertama gedung tersebut difungsikan sebagai laboratorium patologi dan imunologi, serta ruang penyimpanan reagensia dan bahan habis pakai. Kemudian lantai kedua sebagai laboratorium kimia kesehatan, kemudian lantai ketiga sebagai laboratorium mikrobiologi, media dan reagensia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenag Ingin Pesawat Angkutan Haji Tidak Lagi Delay

News
| Sabtu, 25 Mei 2024, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement