Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul terus melakukan perubahan untuk menuju birokrasi yang lincah dan cepat sesuai tuntutan zaman. Kali ini Pemkab Bantul akan menerapkan absensi mobile melalui aplikasi e-presensi. Dengan aplikasi tersebut, para aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja di mana saja tanpa harus ke kantor.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan selama ini absensi ASN di kantor dengan fingerprint atau sidik jari. Namun yang absen melalui sidik jari tidak sampai 100%.
Selain itu absensi sidik jari hanya sekedar absen, selanjutnya tidak diketahui apa yang dikerjakan ASN tersebut. “Dengan e-presensi wajib swafoto dan melampirkan tugas yang sedang dikerjakan, jadi ada dokumen keterangannya” katanya, Jumat (31/3/2023).
Dia menjelaskan ada dua kategori dalam absensi digital tersebut, yakni radius sekitar 100 meter dari kantor. Dengan radius tersebut, ASN yang dinyatakan berada di kantor. Lebih dari radius tersebut, maka absensi digital bisa menggunakan pilihan kedua, yakni tugas di luar kantor.
Sama dengan yang pertama, absensi kedua juga harus menampilkan swafoto, kemudian melampirkan keterangan tugas dinas di luar kantor. Menurutnya, ASN boleh kerja dari luar kantor selama ada penugasan dari atasan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) namun tetap dapat mengisi absensi melalui e-presensi.
BACA JUGA: Puluhan PNS Sleman Naik Pangkat saat Ramadan Ini
Isa mengaku sudah menyosialisasikan penggunaan e-presensi tersebut kepada semua ASN dan akan diujicobakan mulai 3 April mendatang. “Trial dari 3 April sampai 30 Juni. Agustus mulai diterapkan,” ujarnya.
Lebi lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini mengatakan penggunaan absensi digital sebagai tuntutan zaman yang serba digital. Terlebih Pemkab Bantul sudah meraih capaian nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) kategori tertingi dalam ajang Digital Government Award-SPBE Summit 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemepan-RB).
Selain digitalisasi, dalam menuju birokrasi yang lincah dan cepat, Isa menyebut Pemkab Bantul sudah menerapkan beberapa hal, yakni mengahapus jabatan kepala seksi di sejumlah OPD untuk menyederhanakan struktur birokrasi. Kemudian membebaskan pakaian ASN khusus untuk tiap hari Jumat, dan membebaskan motif batik yang dikenakan tiap hari Kamis.
Tidak ada lagi sekat tempat duduk kepala seksi sampai kepala bidang, bahkan semua ASN boleh memilih kursi duduk dan komputer untuk bekerja di kantor masing-masing. Kemudian membolehkan ASN kerja di luar kantor, bahkan di kafe selama ada penugasan dari pimpinan.
“Saat ini yang diminta dari ASN adalah hasil kinerja. Kami [pemerintah] tidak mau bagaimana cara bekerja ASN, yang penting hasilnya ada. Ini juga nanti yang menentukan tambahan penghasilan pegawai,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Komdigi memeriksa laporan dugaan kebocoran data 5,7 juta akun pelanggan Fore dan menyiapkan sanksi jika ditemukan pelanggaran UU PDP.
OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja menghadirkan inovasi mahasiswa bidang sains, teknologi, agama, dan riset.
Abrasi menghilangkan laguna Pantai Trisik Kulonprogo. Kunjungan wisatawan terus menurun, sementara warga beralih mengandalkan pertanian.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.