Masyarakat Diajak Meningkatkan Penghasilan dengan Budi Daya Bawang
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Sejumlah pegawai Unisa Yogyakarta mengikuti Refreshing Al Islam dan Kemuhammadiyahan di Gedung Siti Moendjijah/Istimewa-Unisa Yogyakarta
SLEMAN—Umat terbaik adalah kelompok maupun individu yang memiliki kualitas di atas rata-rata dibanding yang lain. Hal ini sesuai QS. Ali Imran ayat 110 yang menyebutkan bahwa Allah menunjuk umat Islam sebagai khair al-ummah atau golongan terbaik.
Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir dalam iftitah Refreshing Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di kalangan dosen dan tenaga pendidik Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Jumat (31/03).
Menurutnya, untuk menjadi unggul harus bersungguh-sungguh dan sabar. Allah kadangkala berkehendak di luar batas ekspektasi manusia. Dengan tetap mengharap ridha dari Allah, kesungguhan akan membuka banyak jalan keluar. "Unisa yang awalnya dari nol, menjadi salah satu perguruan tinggi dengan kualitas terbaik, ini adalah bagian dari bersungguh-sungguh,” katanya.
Sabar ialah sikap konsisten dalam melakukan kebaikan. Hal itu termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 142 yang bunyinya Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.’ Penggalan ayat ini menerangkan tentang arti penting perjuangan dan kesabaran.
Melalui kegiatan Refreshing Al Islam dan Kemuhammadiyah Unisa Yogyakarta ini diharapkan menjadi kesungguhan para pegawai untuk menambah ilmu, komitmen dan perjuangan, bahwa di Unisa bukan hanya urusan pribadi tapi juga urusan kolektif kita untuk memajukan kampus, Aisyiyah dan Muhammadiyah.
Refreshing Al Islam dan Kemuhammadiyahan bagi pegawai ini digelar dengan tajuk Meraih Keunggulan dengan Semangat Profesional Qurani. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Siti Moendjijah, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1444H, 31 Maret-4 April 2023.
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti menuturkan kegiatan ini merupakan upaya meneguhkan dan memperkuat ideologi Muhammadiyah di kalangan dosen dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tuntutan keunggulan institusi.
Semangat dan tradisi berkemajuan dan unggul senantiasa dikuatkan dan didasari dengan pemahaman ideologi yang benar, salah satunya melalui refreshing AIK ini. “Tentunya kegiatan ini menjadi semangat baru untuk meningkatkan etos kerja dalam mewujudkan visi UNISA yang unggul dan pilihan,” katanya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogyakarta, Noordjannah Djohantini mengatakan pegawai tidak boleh memiliki pandangan sendiri melainkan harus berpijak pada pandangan persyarikatan yaitu AIK. “Saya berharap kita sebagai pegawai Unisa Yogyakarta terus berkhidmat menjadikan kampus ini sebagai ladang dakwah,” ungkapnya.
Kegiatan AIK yang diikuti 300 pegawai ini menghadirkan narasumber yang ahli dengan mengangkat tema-tema menarik antara lain Islam Wasathiyah sebagai pandangan dan ciri keislaman Muhammadiyah; Kontekstualisasi Darul Ahdi Wa-Syahadah dalam menghadapi tahun politik 2024; Aktualisasi Perempuan Berkemajuan dalam Kepemimpinan Unisa; dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.