Anak Lepas Gadget di Festival Dolanan Tradisional Suryodiningratan
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Seniman Soimah. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Video podcast yang menampilkan sinden serba bisa Soimah viral di media sosial. Seniman tersebut mengaku diperlakukan seperti maling dan koruptor oleh petugas pajak yang datang ke rumahnya.
Cuplikan wawancara Soimah tersebut juga diunggah oleh seniman kondang Butet Kartaradja melalui akun Instagramnya @masbutet. Meski demikian Soimah tidak membeberkan petugas tersebut dari kantor pajak mana.
BACA JUGA : Sri Mulyani Tegaskan Uang Pajak yang Dibayarkan
“Lewat podcast "Blakasuta" Soimah bercerita nggegirisi. Sebagai wajib pajak dia diperlakukan seperti maling. Bahkan suatu kali pernah dibawain debt collector. Yg lebih edan lagi, ketika melawak di tivi memerankan majikan yg kaya raya, punya rumah mewah dan gunung, itu dianggap sebagai kenyataan. Petugas pajak memaksa Soimah mengubah fiksi menjadi fakta,” tulis Butet di akun Instagramnya, Rabu (5/4/2023).
Unggahan tersebut pun dibanjiri warganet di kolom komentar yang sebagian besar menilai petugas pajak berusaha mencari-cari kesalahan. Warganet juga langsung melaporkan hal itu dengan me-mention akun Instagram Menteri Keungan Sri Mulyani @smindrawati.
Tidak hanya di Instagram, video cerita Soimah terkait dugaan upaya pemalakan petugas pajak itu juga viral di Tiktok. Pada Kamis (6/4/2023) beberapa kali melewati beranda for your page (FYP) dengan dan diunggah banyak akun Tiktok, salah satunya @kucingbaik88. Bagian pertama wawancara Soimah itu telah dilihat 1,4 juta akun lainnya dengan dikomentari sebanyak 3.278 akun.
“Tahun 2015 orang pajak datang, buka pagar tanpa kulonuwun, tiba-tiba sudah di depan pintu, seakan-akan saya mau melarikan diri,” ujar Soimah dalam video tersebut.
BACA JUGA : Rafael Alun Trisambodo Diduga Terima Rp1,34 Miliar
Ia menambahkan suatu saat membeli rumah dengan harga Rp430 juta akan tetapi Ketika ke notaris justru tidak bisa sepakat dengan perpajakan dengan alasan pihak pajak tidak percaya karena harga relatif murah. Petugas pajak, kata dia, menuduh dirinya menurunkan harga, padahal rumah itu benar-benar Rp430 juta.
“Kemudian pendopo milik saya yang baru proses dibangun juga selalu diuprek-uprek [petugas pajak] belum jadi tetapi dikelilingi jendela diukur, soko [tuang] diukur, akhir diappraisal katanya hamper Rp50 miliar. Padahal saya yang bikin saja belum tahu total habisnya berapa tetapi orang pajak sudah menghitung hampir Rp50 miliar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.