Advertisement

Somasi Belum Direspons, Warga Sleman Ancam Laporkan Partai Prima

Lugas Subarkah
Senin, 10 April 2023 - 23:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Somasi Belum Direspons, Warga Sleman Ancam Laporkan Partai Prima Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Salah satu warga Sleman yang menjadi korban pencatutan nama sebagai anggota partai oleh Partai Prima Sleman telah melayangkan surat somasi kepada partai tersebut namun hingga kini belum mendapat respons. Jika sampai seminggu setelah pengiriman surat belum ada respons, warga tersebut akan mengadu ke Ombudsman.

Warga Kalurahan Wedomartani, Ngamplak, yang menjadi korban pencatutan nama, Arif Wahyudi, menjelaskan telah mengirimkan surat somasi pada Kamis (6/4/2023), namun hingga saat ini belum ada respon apapun dari partai.

Advertisement

Ia pun akan mengambil tindakan lebih lanjut setelah genap seminggu pengiriman surat tersebut jika masih tidak ada tanggapan dari partai. "Kalau tidak ada tanda itikad baik, lapor Ombudsman dulu," ujarnya, Senin (10/4/2024).

Dalam surat tersebut ia menyampaikan kronologi istrinya atas nama Ida Aninda sebagai anggota Partai Prima, yang baru diketahui ketika petugas KPU Sleman memverifikasi keanggotaan partai pada Senin (3/4/2023) lalu.

Baca juga: Warga Sleman Dicatut sebagai Pengurus Partai Prima, Ini Respons Partai

Padahal, selama ini istrinya tidak pernah berurusan dengan partai dan tidak ada permintaan izin penggunaan identitasnya untuk dijadikan anggota partai. Ia juga mempertanyakan dari mana Partai Prima mendapatkan data identitas istrinya.

Di situ ia meminta Partai Prima agar mencabut keanggotaan istrinya dan adanya permintaan maaf dari Partai Prima karena telah menyalahgunakan data identitas istrinya untuk kepentingan politik.

Ketua Partai Prima DIY, Landung Dharma, menuturkan telah menginstruksikan pengurus Partai Prima Sleman untuk menindaklanjuti surat tersebut. "Sudah saya arahkan, nanti saya ingatkan lagi," ungkapnya.

Ia juga menyebut jika Partai Prima Sleman akan berkomunikasi langsung dan meminta maaf kepada warga yang dicatut namanya. "Ya pasti ada lah [permintaan maaf], akan berkomunikasi dengan warga yang berkirim surat," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PDIP Sebut PKS Bermain Aman dengan Mengusung Khofifah-Emil di Pilkada 2024

News
| Jum'at, 19 Juli 2024, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement