Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul meminta kepada semua pemudik atau wisatawan yang akan berkunjung ke Bantul di malam hari agar waspada dan mempersipakan kondisi lampu kendaraan. Pasalnya, sampai saat ini, masih banyak titik di ruas jalan di Bantul yang gelap atau kurang penerangan.
Beberapa ruas jalan yang kurang penerangan di antaranya ada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Sedayu-Gesikan, Jalan Jogja-Wates.
“Kebetulan jalur itu semua kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemda DIY. Kalau untuk jalan milik kabupaten saya kira sebagian besar sudah ada penerangan meskipun belum maksimal,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, Rabu (12/4/2023).
Singgih tidak menampik di jalan milik kabupaten juga masih perlu perbaikan. Sampai saat ini proses perbaikan lampu penerangan jalan umum masih terus dilakukan bahkan mobil layanan perbaikan lampu penerangan jalan umum siaga 24 jam.
BACA JUGA: Ini Penyebab Sebagian Jalan Umum di Kulonprogo Gelap, Peralatannya Dimaling
Demikian khusus di Jalan Palbapang-Srandakan juga saat ini ada perbaikan seperti dari kantor Kapanewon Pandak ke barat dan di simpang Sapu Angin ke barat.
Akan tetapi di JJLS, Singgih mengaku belum ada penambaan penerangan jalan. “Itu jalan berstatus Jalan Nasional sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” ucapnya.
Karena itu pihaknya menganjurkan pemudik atau wisatawan agar memanfaatkan siang hari untuk berkunjung ke Bantul. Namun jika terpaksa harus malam hari agar tetap hati-hati dengan menyiapkan lampu kendaraan.
Singgih juga meminta para pemudik atau wisatawan untuk mepersipakan diri jalur-jalur yang akan dilewati dengan berkonsultasi ke petugas jaga di beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan.
Jika belum hafal jalan diusahakan untuk melintasi jalur utama selama kondisi jalur utama masih lancar atau belum padat. “Jalur alternatif kalau bisa menjadi pilihan kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut Singgih mengatakan khusus untuk potensi terjadinya kemacetan arus lalu lintas selama arus mudik lebaran biasanya terjadi di Jalan Jogja-Wates tepatnya Klangon, Kapanewon Sedayu dan kemungkinan ada kegiatan pasar tumpah di jalan Srandakan tepatnya di Pasar Mangiran.
Namun sejauh ini ia belum menerima laporan apakah di Pasar Mangiran nantinya ada kegiatan pasar tumpah atau tidak. Selain itu potensi kemacetan juga terjadi di Jalan Piyungan-Wonosari sehingga di ruas jalan tersebut didirikan pos pengamanan arus mudik Lebaran.
“Kita bersama instansi terkait membuat lima pos pengamanan arus mudik lebaran, yakni di Jalan Srandakan, Jalan Jogja-Wates di Klangon, Jalan Piyungan-Wonosari di simpang tiga Piyungan, Pos Pengamanan lebaran di Pasar Seni Gabusan dan di TPR Induk Pantai Parangtritis,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Dokter menjelaskan bersin, batuk, dan gatal tak selalu dipicu cuaca. Kenali gejala alergi, pemicunya, serta pentingnya pemeriksaan medis.
Pentingnya tidur berkualitas bagi perempuan aktif. Ahli menjelaskan ritme sirkadian, melatonin, hingga sleep pressure.
Tembok setinggi 3 meter ambruk saat pembongkaran rumah di Godean, Sleman. Satu buruh bangunan tewas dan satu pekerja mengalami luka.
Prabowo menyebut Indonesia menjadi sorotan dunia usai menerapkan mandatori B50 yang diproyeksikan memangkas emisi dan menghemat devisa Rp170 triliun.
Pemerintah Kabupaten Bantul terus mengarahkan pembangunan pada penguatan infrastruktur sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.