Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul meminta kepada semua pemudik atau wisatawan yang akan berkunjung ke Bantul di malam hari agar waspada dan mempersipakan kondisi lampu kendaraan. Pasalnya, sampai saat ini, masih banyak titik di ruas jalan di Bantul yang gelap atau kurang penerangan.
Beberapa ruas jalan yang kurang penerangan di antaranya ada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Sedayu-Gesikan, Jalan Jogja-Wates.
“Kebetulan jalur itu semua kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemda DIY. Kalau untuk jalan milik kabupaten saya kira sebagian besar sudah ada penerangan meskipun belum maksimal,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, Rabu (12/4/2023).
Singgih tidak menampik di jalan milik kabupaten juga masih perlu perbaikan. Sampai saat ini proses perbaikan lampu penerangan jalan umum masih terus dilakukan bahkan mobil layanan perbaikan lampu penerangan jalan umum siaga 24 jam.
BACA JUGA: Ini Penyebab Sebagian Jalan Umum di Kulonprogo Gelap, Peralatannya Dimaling
Demikian khusus di Jalan Palbapang-Srandakan juga saat ini ada perbaikan seperti dari kantor Kapanewon Pandak ke barat dan di simpang Sapu Angin ke barat.
Akan tetapi di JJLS, Singgih mengaku belum ada penambaan penerangan jalan. “Itu jalan berstatus Jalan Nasional sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” ucapnya.
Karena itu pihaknya menganjurkan pemudik atau wisatawan agar memanfaatkan siang hari untuk berkunjung ke Bantul. Namun jika terpaksa harus malam hari agar tetap hati-hati dengan menyiapkan lampu kendaraan.
Singgih juga meminta para pemudik atau wisatawan untuk mepersipakan diri jalur-jalur yang akan dilewati dengan berkonsultasi ke petugas jaga di beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan.
Jika belum hafal jalan diusahakan untuk melintasi jalur utama selama kondisi jalur utama masih lancar atau belum padat. “Jalur alternatif kalau bisa menjadi pilihan kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut Singgih mengatakan khusus untuk potensi terjadinya kemacetan arus lalu lintas selama arus mudik lebaran biasanya terjadi di Jalan Jogja-Wates tepatnya Klangon, Kapanewon Sedayu dan kemungkinan ada kegiatan pasar tumpah di jalan Srandakan tepatnya di Pasar Mangiran.
Namun sejauh ini ia belum menerima laporan apakah di Pasar Mangiran nantinya ada kegiatan pasar tumpah atau tidak. Selain itu potensi kemacetan juga terjadi di Jalan Piyungan-Wonosari sehingga di ruas jalan tersebut didirikan pos pengamanan arus mudik Lebaran.
“Kita bersama instansi terkait membuat lima pos pengamanan arus mudik lebaran, yakni di Jalan Srandakan, Jalan Jogja-Wates di Klangon, Jalan Piyungan-Wonosari di simpang tiga Piyungan, Pos Pengamanan lebaran di Pasar Seni Gabusan dan di TPR Induk Pantai Parangtritis,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Mural pelajar Jogja dalam HUT ke-270 Kota Jogja mengangkat budaya, kebersihan sungai, dan persoalan sampah melalui karya penuh pesan.
Speedtest Global Index Agustus 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mendampingi guru, dan menciptakan sekolah aman.
BGN menargetkan 5.000 SPPG melayani MBG secara prasmanan pada akhir 2026. Sistem ini diuji coba untuk melihat efektivitas dan manfaatnya.
BPOB mendorong kolaborasi pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat untuk mengembangkan Borobudur Highland serta memperkuat ekonomi lokal Purworejo.