Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi bom molotov/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Kepolisian Resor Bantul menyelidiki dugaan pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal di rumah salah satu warga di Dusun Kalangan, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Minggu (16/4/2023) dini hari lalu.
Insiden itu terjadi di rumah milik Haryono, 49. Sofa di teras rumah terbakar. “Masih kami selidiki,” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Selasa (18/4/2023).
Kapolres belum bisa memastikan apakah yang dilempar itu bom molotov atau bukan. Polisi masih menyelidiki siapa yang membuat sofa di teras rumah korban terbakar. “Masih diselidiki Reskrim Polres Bantul, masih kami kumpulkan keterangan saksi, termasukbukti CCTV,” ucapnya.
Dugaan pelemparan bom molotov oleh orang yang tidak dikenal itu diketahui pertama kali oleh anak korban. Saat bangun tidur, anak korban tiba-tiba dikejutkan dengan kobaran api dari teras rumah. Dia pun berteriak memanggil orang tuanya yang masih tertidur.
Mendengar teriakan anaknya, Haryono bangun mendekati sumber suara dan mendapati sofa di teras rumahnya sudah terbakar. Haryono dan anaknya berusaha memadamkan api di kursi sofa. Tidak lama api pun padam. Selain kursi sofa, kaca jendela juga pecah.
Setelah memadamkan api di sofa, korban langsung membuat laporan ke Polsek Banguntapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.