Hadapi Musim Hujan, Pemkot Jogja Diminta Petakan Sungai Rawan Banjir
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Kusir andong mengantar wisatawan mengelilingi kawasan Malioboro Jogja, Selasa (25/4/2023). (ist/Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, JOGJA–Sejak Minggu (23/4/2023) sore Malioboro Jogja mulai dipadati wisatawan. Kedapatan tersebut pun berdampak pada meningkatnya permintaan wisatawan untuk diantar keliling Malioboro Jogja menggunakan andong hingga dua kali lipat.
Salah satu kusir andong, Taufik Setiawan menyampaikan mulai mengalami kenaikan penumpang dalam tiga hari belakangan. "Ramai sejak hari Minggu, ya kira-kira kalau biasanya narik sekali hingga dua kali, ini bisa sampai lima kali. Dibandingkan kemarin kenaikannya signifikan, kebanyakan wisatawan luar daerah," katanya.
Meski dia kebanjiran penumpang, Taufik mengaku tetap menetapkan tarif seperti biasanya. “Tarifnya sama Rp150.000 dari Malioboro hingga Titik 0 Kilometer, lalu kembali lagi kesini,” katanya.
Kusir andong lainnya, Joko juga mengalami kenaikan penumpang. “Dibandingkan tahun kemarin signifikan, tahun lalu agak sepi karena pandemi, ini lebih ramai,” katanya. Dia pun menyampaikan mayoritas penumpangnya berasal dari luar DIY, antara lain dari Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.
Dalam sehari dia dapat menarik hingga lima kali dengan mematok harga Rp150.000 pulang pergi mengelilingi Malioboro sisi utara melalui Kantor Gubernur DIY, sedangkan untuk keliling seluruh kawasan Malioboro Jogja dia mematok harga Rp200.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
MAN 5 Sleman meraih Stand Favorit dan Medali Perunggu Lomba Video Profil di Extranas VIII Lamongan, 11–13 September 2026.
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.