Klitih Bikin Wisatawan Cemas, DPRD Bantul Minta OPD Bersinergi
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Ilustrasi Covid-19 - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Fasilitas kesehatan di wilayah Bantul sudah bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran. Kunjungan wisatawan yang meningkat disinyalir berdampak pada peningkatan kasus Covid-19 sehingga sejumlah fasilitas kesehatan kembali disiapkan.
Direktur Utama Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul Atthobari mengatakan, pihaknya telah menerima arahan dari Kementerian Kesehatan RI agar menyiapkan antisipasi jika sewaktu-waktu kasus Covid-19 melonjak setelah libur Lebaran. Rumah sakit itu disebutnya telah menyiapkan 30 persen dari total kapasitas kamar tidur rumah sakit.
"Ada sekitar 50 tempat tidur yang kami siapkan untuk penanganan pasien Covid-19 kalau sewaktu-waktu melonjak," katanya Jumat (28/4/2023).
Atthobari menjelaskan, bangsal yang digunakan di RSPS itu yakni bangsal Bima dan bangsal Baladewa. Pihaknya pun siap menambah jumlah bangsal untuk perawatan pasien Covid-19 apabila kasus benar-benar meroket di Bumi Projotamansari.
"Selain di dua bangsal tersebut, kami juga akan siapkan tempat tidur tambahan apabila kasus Covid-19 benar-benar melonjak," ujarnya.
Sementara itu, setelah libur Lebaran jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul justru menurun dibandingkan beberapa waktu lalu. Sampai dengan Kamis (27/4/2023) kemarin total ada sebanyak tujuh kasus aktif dengan gejala ringan di wilayah itu.
"Menurun cukup signifikan memang. Mungkin disebabkan kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk akibat vaksinasi Covid-19," ungkap pria yang disapa Oky ini.
Oky menyebut, jumlah kasus Covid-19 tertinggi tercatat terjadi pada tanggal 25 April 2023 lalu dengan jumlah 25 kasus aktif. Kemudian sehari setelahnya atau pada hari Rabu tanggal 26 April 2023, jumlah kasus aktif menurun menjadi 15 kasus kemudian pada Kamis 27 April berkurang kembali jadi tujuh kasus aktif.
"Rata-rata juga hanya nengalami kasus juga gejala ringan atau tidak perlu dirawat," ujar dia.
Meksipun ada penurunan kasus Covid-19 di Bantul, Oky menghimbau, agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau berkomorbid. Karena dapat meningkatkan fatalitas virus.
Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar jangan abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat maupun wistawan diminta tetap menggunakan masker ketika berada di kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, serta melaksanakan vaksinasi hingga tahap booster.
"Intinya Covid-19 sampai sekarang masih ada, kami minta agar masyarakat tetap waspada dan jangan lengah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis