Kali Oya Mengering, Warga Semin Berburu Emas
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Pemudik tujuan Jakarta menunggu keberangkatan bus di terminal Giwangan pada arus balik Lebaran yang jatuh pada Minggu (8/5/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL –Pelaksanaan arus balik libur Lebaran 2023 di Gunungkidul diklaim berjalan lancar. Selama penyelenggaraan arus mudik dan balik, hingga saat ini tidak ada penumpang yang terlantar pemberangkatannya.
“Semua lancar karena Perusahaan Otobus sudah mempersiapkan adanya lonjakan penumpang sehingga pelaksanannya tidak ada kendala,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari, Aris Farwanto, Senin (1/5/2023).
Menurut dia, lonjakan penumpang sudah diantisipasi. Salah satunya dengan mempersiapkan armada tambahan. Di hari biasa keberangkatan bus hanya di kisaran 40an unit per harinya. Namun, sambung Aris pada saat arus balik bisa meningkat menjadi 116 bus dalam sehari.
“Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan harapan. Sebab, pelayanan kebutuhan armada yang siap memberangkatkan penumpang kembali ke kota tujuan tersedia dengan baik,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya armada tambahan maka dipastikan tidak ada penumpang yang terlantar di terminal karena bisa terangkut semuanya. Total hingga Senin pagi, Aris mencatat pemudik yang balik ke perantauan sebanyak 13.105 orang.
Ia menungkapkan, puncak arus balik terjadi dalam dua gelombang. Puncak pertama terjadi pada Rabu (26/4/2023) dengan total penumpang sebanyak 1.910 orang yang diberangkatkan dalam sehari.
Adapun armada bus antar kota antar provinsi yang diberangkatakan sebanyak 116 unit. “Puncak balik kedua terjadi Minggu [30/4/2023], total bus yang berangkat sebanyak 109 unit dengan membawa penumpang 1.666 orang,” katanya.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyudi mengatakan, upaya pemantauan arus lalu lintas terus dilakukan. Menurutnya, selama arus balik dari arah Gunungkidul di segala ruas jalan terpantai landai dan lancar. "Tidak ada kemacetan atau penumpukan kendaraan,” kata Wahyudi.
Kondisi yang sama juga terlihat di jalur wisata. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, meski ada kenaikan jumlah kendaraan yang melintas, khususnya di kawasan Pantai Selatan, tapi terpantau ramai lancar. "Arus wisatawan ke Pantai Selatan juga tidak ada kemacetan,” kata Wahyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.