Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana menerangkan selain dipengaruhi volume kendaraan yang banyak sehingga membuat lalu kendaraan melambat, menurutnya angka kecelakaan saat momen lebaran juga dipengaruhi manajemen dan rekayasa lalu lintas.
Menurutnya manajemen dan rekayasa lalu lintas yang sudah didesain bersama Satlantas Polresta Sleman dan Dishub Sleman cenderung lebih bagus ketimbang lebaran tahun yang lalu.
"Barangkali itu menjadi salah salah satu faktor rendahnya angka kecelakaan di wilayah Sleman selama masa lebaran ini," terangnya dikutip pada Jumat (5/5/2023).
Rekayasa lalu lintas ini disebut Arip bersifat opsional dan desainnya akan terus dibuat. Bila terjadi antrean kendaraan dengan kasus tertentu maka pengendaliannya yang harus diterapkan juga model tertentu. Contohnya di Jalan Magelang kalau antrean kendaraan sudah sampai di jembatan Krasak maka kendaraan harus dialihkan ke kiri semua.
"Ini dalam rangka supaya jembatan yang harusnya tidak dibebani kendaraan berhenti itu kemudian lancar," ujarnya.
Kemudian di Prambanan, bila antrean kendaraan ke timur sudah lebih dari proliman malam kendaraan di buang ke kiri. Itu merupakan sejumlah opsi yang disiapkan.
Selain faktor-faktor tadi, Arip menuturkan kesiapan infrastruktur juga jadi aspek yang menekan angka kecelakaan. Misalnya pada aspsk penerangan jalan yang disebut-sebut jadi faktor yang yang sangat penting lalu lintas kendaraan pada malam hari. "Penerangan tentu ya kalau malam itu dampaknya luar biasa untuk penerangan jalan," ungkapnya.
Termasuk pemasangan rambu putar balik atau u-turn yang kini dipasang makin tinggi. Pasalnya Arip menyebut lokasi putar balik menjadi salah satu titik rawan kecelakaan yang patut diwaspadai para pemudik. Dengan pemasangan rambu yang lebih tinggi dapat memberi tahu pengemudi yang ada di belakang kendaraan putar balik untuk lebih berhati-hati.
"Tempat putar balik itu rambunya sudah dinaikan ke atas. Itu tampaknya mempengaruhi angka kecelakaan. Karena orang sejak jauh sudah tahu ada putaran sehingga di bisa ambil anacang-ancang untuk ke kiri dan sebagainya," ungkapnya.
Tren Lalu Lintas
Arip menuturkan tren lalu lintas di tiga pintu masuk Sleman pada arus mudik dan balik tahun ini terbilang seimbang. Beda dari sebelum-sebelumnya di mana penumpukan kendaraan biasa terjadi di pintu timur atau kawasan Prambanan. Tahun ini volume kendaraan cenderung merata di tiga pintu masuk, yakni pintu Jalan Magelang, Jalan Wates maupun Prambanan.
"Tahun ini yang dari ketiga titik itu hampir seimbang. Artinya kan ada penyebaran lalu lintas. Oleh karena itu perkiraan saya itu salah satu faktor yang mungkin menjadi penyebab lalu lintas agak lancar. Dulu kan banyak dari Timur, dadi Prambanan itu kalau untuk libur Nataru itu hampir 45 persen jumlah kendaraan yang masuk lewat Timur. Ini sekarang sudah tersebar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.