Advertisement
Tingkatkan Produktivitas Kedelai, Pemkab Gunungkidul Lakukan Strategi Ini

Advertisement
Harianjogja.com, Gunungkidul—Produktivitas kedelai di wilayah Gunungkidul masih perlu terus ditingkatkan. Hingga kini, target panen minimal dua ton per hektare belum bisa terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, tahun ini Pemkab Gunungkidul menargetkan penanaman kedelai seluas 4.212 hektare. Namun untuk realisasinya baru mencapai sekitar 3.500 hektare. "Target luas lahan masih bisa terpenuhi. Sebab, masih ada 1.500 hektare lahan yang kami siapkan untuk menanam kedelai,” kata Rismiyadi, Minggu (7/5/2023).
Advertisement
BACA JUGA: Petani Gunungkidul Semangat Tanam Kedelai Meski Cuaca Tak Tentu, Ini Alasannya
Rismiyadi mengakui masih ada pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Salah satunya menyangkut masalah produktivitas. Dia menjelaskan, panen kedelai tahun ini ditargetkan mencapai paling sedikit dua ton per hektarenya. Namun demikian, hasil dari salah satu pengubinan panen di Kalurahan Sidoharjo, Ponjong, produksinya baru 1,8 ton per hektare.
“Kami terus berupaya agar panen bisa terus dioptimalkan,” ungkapnya.
Menurut dia, program yang akan dijalankan dengan memberikan pendampingan secara intensif ke petani. Rismiyadi menuturkan, tanakan kedelai membutuhkan perlakukan khusus, seperti tidak boleh kekurangan atau kelebihan air pada saat pemeliharaan.
Oleh karenanya, untuk memastikan kebutuhan sesuai dengan harapan maka perlu dipersiapkan sumber air serta saluran drainanse yang baik. “Adanya drainanse untuk mengatur air di sekitar lokasi penanaman,” katanya.
Selain itu, agar panen optimal diperlukan pengolahan lahan yang lebih intensif. “Tentunya pengamatan hama sejak awal juga dibutuhkan agar ancaman dalam pertumbuhan bisa ditekan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, luas tanam kedelai terhitung kecil dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, kacang hingga jagung. Menurut dia, banyak petani yang enggan menanam karena pemeliharaan kedelai lebih sulit ketimbang tanaman lainnya.
BACA JUGA: Tanah Kas Desa di Gunungkidul Dimanfaatkan untuk Budidaya Pertanian
“Memang ancaman serangan hamanya lebih banyak sehingga perawatan lebih banyak. Tapi kami tetap berupaya agar luas tanam dapat ditingkatkan di setiap tahunnya,” katanya.
Meski demikian, ia berharap budidaya terus dilakukan karena harga kedelai bagus karena di kisaran Rp13.000 per kilogram sehingga bisa memotivasi petani untuk menanamnya. “Tentunya pendampingan terus dilakukan agar hasilnya optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Bukan Laut Mati, Ternyata Perairan Paling Asin di Bumi Ada di Kolam Ini
Advertisement
Berita Populer
- Komentar Jokowi Setelah Jajal Telur Krispi Kopi Klotok: Enak Sekali
- Jokowi Sarapan di Kopi Klotok, Warganet Berkelakar kok Enggak Antre
- Hari Sepeda Sedunia, Jogja Dulu Punya Sego Segawe yang Kini Tak Ada Lagi Kabarnya
- BPPD dan GIPI Promosikan Wisata Sehat agar Wisatawan Tinggal Lebih Lama
- Dikritik Menteri Nadiem Makarim, Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang ASPD di DIY
Advertisement
Advertisement