Kampanye Pemilihan Lurah Gunungkidul Dimulai, Pendukung Dilarang Tutup Jalan
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Ilustrasi pekerja sedang mengatur lalu lintas untuk proses perbaikan jalan rusak di wilayah perbatasan di Kalurahan Sumberejo, Semin./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mencatat ruas jalan kabupaten yang rusak di Bumi Handayani adalah sepanjang 370 kilometer. Mereka memperkirakan, perbaikan membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan panjang ruas jalan di Gunungkidul mencapai 1.136 kilometer. Dari hasil pendataan yang dilakukan, ruas jalan yang baik sepanjang 513,11 kilometer, kondisi sedang 253,41 kilometer.
Adapun yang mengalami kerusakan ringan sepanjang 132,16 kilometer. “Untuk rusak berat sepanjang 237,96. Jadi, kalau ditotal yang mengalami kerusakan masih sepanjang 370 kilometer,” kata Irawan, Minggu (7/5/2023).
BACA JUGA: Pemerintah Pusat Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak
Menurut dia, upaya perbaikan terus dilakukan setiap tahunnya. Meski demikian, dikarenakan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas, maka perbaikan dilakukan secara bertahap. “Ada beberapa ruas yang perbaiki. Misal jalur wisata di Ngalenggeran dan Kalisuci diperbaiki dengan DAK senilai Rp15 miliar,” katanya.
Irawan mengungkapkan perbaikan tidak hanya menggunakan DAK. Namun, juga ada melalui Dana Alokasi Umum. Total, anggaran perbaikan di tahun ini mencapai Rp69,6 miliar.
“Tersebar di sejumlah ruas dan ini termasuk untuk Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan [PIWK] dipergunakan memperbaiki jalan yang rusak,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris DPUPRKP Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono. Menurut dia, sudah ada kajian berkaitan dengan upaya perbaikan jalan yang rusak. “Diperkirakan anggaran perbaikan secara menyeluruh sebesar Rp600 miliar,” kata Putro.
Menurut dia, dengan nominal ini maka pemkab tidak mampu memperbaiki sendiri dikarenakan kemampuan keuangan yang masih terbatas. Oleh karena itu, didalam prosesnya dengan meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. “Sinergitas ini sangat diperlukan karena kalau ditanggung pemkab sendiri maka tidak mampu,” katanya.
Putro mengungkapkan, proses permintaan bantuan terbaru dilakukan melalui dana instruksi presiden (Inpres). Lewat akses dana ini, pemkab mengajukan usulan perbaikan di sepuluh ruas jalan yang rusak. “Total nilainya lebih dari Rp55 miliar, untuk sekarang masih menunggu kepastian apakah disetujui program ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Harga BBM 21 September 2026: Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000. Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina, BP, Vivo dan Shell naik.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Menaker Yassierli menyebut transisi hijau membuka peluang kerja baru. Indonesia menargetkan 5,01–5,32 juta tenaga kerja hijau pada 2029.
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.
Legenda Singapura Baihakki Khaizan dan Malaysia Safiq Rahim mengakui perkembangan Timnas Indonesia di level Asia Tenggara.