Advertisement

WHO Turunkan Status Covid-19 Jadi Endemi, Begini Respons Dinkes Gunungkidul

David Kurniawan
Senin, 08 Mei 2023 - 18:17 WIB
Arief Junianto
WHO Turunkan Status Covid-19 Jadi Endemi, Begini Respons Dinkes Gunungkidul Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mencabut status darurat pandemi Covid-19 beberapa hari lalu. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat lantaran faktanya hingga sekarang tren penularan masih terjadi dan kasus aktif menembus 100 orang pada Senin (8/5/2023).

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan berdasarkan keterangan dari WHO status darurat Covid-19 sudah dicabut. Oleh karenanya, ada potensi penurunan status di Indonesia dari pandemi menjadi endemi.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

Meski demikian, ia mengakui, keputusan tersebut diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat. Dewi mengatakan, kebijakan berkaitan status harus melalui berbagai kajian tersendiri. “Kami menunggu. Kalau memang akan dicabut dan menjadi endemi, maka kami juga siap,” katanya.

Menurutnya, apabila statusnya diturunkan, maka pelayanan di Gunungkidul tetap dibuka. Setiap kasus yang ada akan ditangani dan dirawat sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Intinya kami juga siap kalau nantinya status akan turun dari pandemi menjadi endemi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Status Kedaruratan Covid-19 Dicabut WHO, Epidemiolog Ingatkan Covid-19 Masih Berbahaya!

Disinggung mengenai kasus penularan harian, Dewi mengakui jumlahnya masih bertambah. Ia mencontohkan, pada Senin ada penambahan tujuh kasus baru.

Tambahan ini, maka warga Gunungkidul yang positif tertular corona sebanyak 23.603 kasus. Adapun yang dinyatakan sembuh sebanyak 22.266 orang dan meninggal dunia ada 1.237 kasus. “Untuk kasus aktif ada 100 orang. Dari jumlah ini, yang menjalani perawatan di rumah sakit ada 16 pasien,” kata Dewi lagi.

Dia berharap kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penularan virus Corona. Dewi tidak menampik, makin longgarnya aktivitas di masyarakat ikut berperan dalam bertambahnya kasus penularan di Gunungkidul. “Untuk pencegahan, kami juga masih melakukan vaksinasi Covid-19,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, sudah mendengar informasi berkaitan dengan pencabutan status darurat Covid-19 oleh WHO. Kebijakan ini tentunya akan ditindaklanjuti di Indonesia. Terlebih lagi hingga sekarang kondisi kehidupan di masyarakat juga sudah normal. “Harapannya ada kebijakan lanjutan dari pencabutan status darurat dari WHO,” katanya.

Terkait dengan kasus penularan di Gunungkidul yang masih ada, Ari meminta kepada pemkab agar penanganan dilakukan tanpa menimbulkan kehebohan di masyarakat. “Trauma mayarakat tentang Covid-19 ada dan penanangan terus dilakukan, tapi jangan sampai bikin heboh,” katanya.

BACA JUGA:  Laptop Harga 6 Jutaan Terbaik, Mulai Axioo Mybook Hingga Acer Aspire

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Aset Properti Milik Anies Baswedan Rp14,7 Miliar

News
| Minggu, 28 Mei 2023, 21:47 WIB

Advertisement

alt

Kuliner Unik, Restoran Ini Sajikan Ramen dengan Kutu Laut Raksasa

Wisata
| Jum'at, 26 Mei 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement