Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Suasana Pasar Hewawn Siyonoharjo yang lengang. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyebaran penyakit Lumpy Skin Dease (LSD) atau yang dikenal lato-lato masih terus terjadi. Dari 18 kapanewon (kecamatan) di Gunungkidul, hanya satu kapanewon yang belum ditemukan kasus LSD.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, masih terus berupaya mengendalikan penyakit lato-lato yang menyerang sapi milik warga. Total hingga sekarang sudah ada 680 sapi yang terjangkit penyakit dengan cirri-ciri bentol di bagian kulit ini.
“Empat ekor sapi yang mati. Sedangkan 676 ekor lainnya masih dalam perawatan,” kata Retna kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).
Dia menjelaskan, penyebaran hampir merata di seluruh wilayah Gunungkidul. Hal ini dikarenakan, dari 18 kapanewon, hanya Kapanewon Paliyan yang belum ditemukan kasus penyakit lato-lato.
“Untuk 17 kapanewon lainnya sudah ditemukan kasus,” katanya.
BACA JUGA: Waspada! Penyakit Lato-Lato Bikin Harga Sapi di Gunungkidul Anjlok
Menurut Retno, temuan kasus terbanyak berada Kapanewon Ngawen 220 kasus, Gedangsari ada 174 kasus dan Nglipar 81 kasus. Adapun 14 kapanewon lainnya bervariasi mulai dari satu kasus hingga 66 kasus.
“Upaya pendataan sekaligus pengawasa terus dilakukan sebagai bagian dari pencegahan penularan yang lebih luas lagi,” katanya.
Meski jumlah kasus masih terus bertambah, Retno memastikan ketersediaan obat untuk sapi terjangkit LSD aman. Namun untuk vaksinasi masih menunggu pengiriman dari Pemerintah Pusat. “Kami masih menunggu. Setelah vaksin dikirim akan dilakukan vaksinasi,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, jumlah kasus masih terus bertambah. Untuk mengurangi risiko penularan, ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan kandang.
BACA JUGA: Penyakit Lato-Lato Menyebar Cepat, Pasar Hewan di Gunungkidul Kian Sepi
Menurut dia, dengan menjaga kebersihan, maka hewan penyebab penyakit ini seperti lalat, catak maupun nyamuk tidak akan mendekat ke area kandang sehingga risiko penularan bisa berkurang. “Jika mendapati hewan ternak dengan gejala LSD diminta segera melapor kepada petugas agar ditangani secepatnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian