Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan Sosial atau Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan di Gunungkidul. Total penerima manfaat dari bantuan ini sebanyak 104.760 kepala keluarga (KK).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunga Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, bansos beras melalui program bantuan pangan beras cadangan pemerintah diberikan selama tiga bulan. Peluncuran program ini sudah dilaksanakan sebelum Lebaran pada pertengahan April lalu. “Bantuan diberikan dari April sampai Juni,” kata Asti, Selasa (9/5/2023).
Dia menjelaskan, untuk sekarang Bansos beras sudah mulai penyaluran tahap kedua. Adapun pelaksanaannya pembagian beras seberat 10 kilogram ini sudah dimulai pada Senin (8/5/2023). “Kami targetkan seluruh keluarga penerima manfaat telah mendapatkan beras bansos paling lambat 19 Mei 2023,” ungkapnya.
Asti menuturkan, untuk penerima bantuan Bansos beras masih sama dengan penyaluran bulan lalu. Yakni, batuan diberikan kepada 104.760 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Mudah-mudahan penyaluran Bansos beras bisa berjalan dengan lancar. selama tiga bulan itu, masing-masing KK kalau ditotal mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, Bansos beras untuk keluarga kurang mampu tertuang dalam Surat Kepala Badan Pangan Nasional No.71/KS.03.03/K/3/2023. “Total bantuan beras yang disalurkan sebanyak 1.047,6 ton. Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebanyak sepuluh kilogram,” katanya.
Sunaryanta mengungkapkan, proses pendistribusian Bansos beras juga tidak hanya dilakukan tim kesejahteraan sosial kapanewon (TKSK), tapi juga melibatkan Bulog serta penyalur. Diharapakan bansos beras ini dapat mengurangi beban pengeluaran yang dimiliki keluarga penerima manfaat. "Ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat,” katanya.
Ditambahkan dia, untuk stok pangan di Gunungkidul tidak ada masalah. Hal ini terlihat dari capaian panen di musim pertama tanam yang dapat dimaksimalkan sehingga hasilnya juga memuaskan.
Sunaryanta mengakui, cadangan pangan yang dimiliki diperkirakan bisa bertahan selama enam hingga delapan bulan ke depan. Ini berarti tidak ada masalah berkaiatan dengan stok sehingga masyarakat diminta tidak khawatir berkaitan dengan masalah ketahanan pangan. “Stoknya banyak sehingga tidak perlu dikhawatirkan [bansos beras],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI.