Penerima Bansos di Gunungkidul Diminta Hindari Judol dan Game Online
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan Sosial atau Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan di Gunungkidul. Total penerima manfaat dari bantuan ini sebanyak 104.760 kepala keluarga (KK).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunga Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, bansos beras melalui program bantuan pangan beras cadangan pemerintah diberikan selama tiga bulan. Peluncuran program ini sudah dilaksanakan sebelum Lebaran pada pertengahan April lalu. “Bantuan diberikan dari April sampai Juni,” kata Asti, Selasa (9/5/2023).
Dia menjelaskan, untuk sekarang Bansos beras sudah mulai penyaluran tahap kedua. Adapun pelaksanaannya pembagian beras seberat 10 kilogram ini sudah dimulai pada Senin (8/5/2023). “Kami targetkan seluruh keluarga penerima manfaat telah mendapatkan beras bansos paling lambat 19 Mei 2023,” ungkapnya.
Asti menuturkan, untuk penerima bantuan Bansos beras masih sama dengan penyaluran bulan lalu. Yakni, batuan diberikan kepada 104.760 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Mudah-mudahan penyaluran Bansos beras bisa berjalan dengan lancar. selama tiga bulan itu, masing-masing KK kalau ditotal mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, Bansos beras untuk keluarga kurang mampu tertuang dalam Surat Kepala Badan Pangan Nasional No.71/KS.03.03/K/3/2023. “Total bantuan beras yang disalurkan sebanyak 1.047,6 ton. Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebanyak sepuluh kilogram,” katanya.
Sunaryanta mengungkapkan, proses pendistribusian Bansos beras juga tidak hanya dilakukan tim kesejahteraan sosial kapanewon (TKSK), tapi juga melibatkan Bulog serta penyalur. Diharapakan bansos beras ini dapat mengurangi beban pengeluaran yang dimiliki keluarga penerima manfaat. "Ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat,” katanya.
Ditambahkan dia, untuk stok pangan di Gunungkidul tidak ada masalah. Hal ini terlihat dari capaian panen di musim pertama tanam yang dapat dimaksimalkan sehingga hasilnya juga memuaskan.
Sunaryanta mengakui, cadangan pangan yang dimiliki diperkirakan bisa bertahan selama enam hingga delapan bulan ke depan. Ini berarti tidak ada masalah berkaiatan dengan stok sehingga masyarakat diminta tidak khawatir berkaitan dengan masalah ketahanan pangan. “Stoknya banyak sehingga tidak perlu dikhawatirkan [bansos beras],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Basarnas mengevakuasi 14 jasad korban KM Virgo dari bangkai kapal. Total 150 korban ditemukan, 93 masih dalam pencarian.
Transformasi PT KAI mengubah layanan kereta dari boarding pass hingga Face Recognition Boarding dan aplikasi Access by KAI.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
PSSI mempercepat pemulihan Lapangan Sidolig Bandung untuk latihan tim FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion Si Jalak Harupat dinyatakan siap.
Komnas HAM mengusulkan tim gabungan investigasi lintas instansi untuk mengurai fakta konflik Papua dan menangani dampak kemanusiaannya.