Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul mencatat ada 22 kepala keluarga yang mendaftar program transmigrasi. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kuota yang diberikan untuk pemberangkatan.
BACA JUGA: 10 KK Asal Gunungkidul akan Diberangkatkan Transmigrasi
Kepala Seksi Transmigrasi, Dinas Perindustrian Koperasi dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Sukasan mengatakan, hingga sekarang belum ada kuota resmi terkait dengan pemberangakatan transmigrasi di Bumi Handayani. Hanya saja, jumlah pendaftar yang masuk sudah banyak karena hingga Rabu (10/5/2023) 22 keluarga yang berminat.
“Ada berita jika Gunungkidul hanya mendapat jatah pemberangkatan dua keluarga. Tapi, ini belum pasti kebenarannya karena untuk kuota masih menunggu pemberitahuan dari Pemerintah Pusat,” kata Sukasan, Rabu (10/5/2023) siang.
Menurut dia, antusias warga Gunungkidul mengikuti transmigrasi lumayan tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar di setiap tahunnya lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang disediakan.
“Kalau nanti pendaftarnya lebih banyak dari kuota maka dilakukan seleksi,” katanya.
Sukasan menjelaskan, seleksi dilakukan dengan melihat secara langsung ke rumah calon transmigran. Selain itu, juga ada proses wawancara untuk mengetahui keseriusan dalam mengikuti program ini.
“Yang dipilih adalah keluarga yang benar-benar serius ingin berangkat. Jangan sampai, setelah sampai disana nanti akan pulang ke Gunungkidul lagi karena merasa tidak betah,” ungkapnya.
Keseriusan mengikuti transmigrasi dibutuhkan karena warga terpilih akan mendapatkan bantuan modal usaha dari Pemkab Gunungkidul sebesar Rp10 juta. Selain itu, juga mendapatkan rumah tempat tinggal dan lahan yang luasannya mencapai satu hektare.
“Nanti di tahun ketiga juga akan diberikan lahan lagi dengan luasan satu hektare,” katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Tauviq Nur Hidayat mengatakan, masih menunggu informasi terkait dengan kuota transmigrasi. Menurut dia, banyak warga tertarik dan sebagai contoh tahun lalu ada 14 kepala keluarga yang diberangkatkan ke lokasi transmigran seperti Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
“Alasan yang diajukan untuk memperbaiki kehidupan dan penghasilan. Di sana [lokasi transmigrasi] peserta sudah mendapatkan tempat tinggal dan lahan garapan,” kata Tauviq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.