Anggaran Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Ajukan 5.000 Tangki
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul memastikan akan memberangkatkan sepuluh kepala keluarga untuk mengikuti program transmigrasi di tahun ini. meski demikian, lokasi pemberangkatan masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat.
Kepala Bidang Transmigrasi, Disnakertrans Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, tahun ini tetap ada program transmigrasi. Berdasarkan informasi dari Pemerintah DIY, Gunungkidul mendapatkan jatah sebanyak 10 KK yang akan diberangkatkan ke lokasi transmigran.
BACA JUGA : Pemberangkatan 20 Transmigran Asal Bantul Belum Jelas
“Jadi berangkat untuk tahun ini,” kata Wahid kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).
Meski sudah ada kuota resmi untuk pemberangkatan, namun ia belum bisa menyebutkan tempat lokasi para transmigran. Wahid mengungkapkan, adapun lokasi masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.
“Kalau lokasinya tujuan belum ada, tapi untuk kuota sudah ada kepastian,” katanya.
Menurut dia, minat warga Gunungkidul untuk ikut transmigrasi terhitung tinggi. Pasalnya, jumlah peminat lebih banyak dengan kuota yang tersedia setiap tahunnya.
BACA JUGA : Calon Transmigran Kulonprogo Masih Menunggu Jadwal
“Contohnya tahun lalu ada 48 keluarga yang mendaftar, tapi kuotanya hanya 15 KK. Walaupun pada akhirnya tidak jadi berangkat karena corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Harbolnas 2026 ditargetkan mencapai Rp40 triliun, naik 10% dari 2025, dengan cakupan promosi barang, jasa, akomodasi, dan transportasi.
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Satpol PP Bantul dan BBPOM DIY menemukan 34 jamu obat kuat mengandung bahan kimia berbahaya di sebuah depot di Srandakan.
Program Indomaret Peduli Berbagi menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah kepada Rahmat, warga yang beralamat di Terban GK