Pemberangkatan 20 Transmigran Asal Bantul Belum Jelas

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi - dok
20 Januari 2021 10:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemberangkatan 20 kepala keluarga (KK) calon transmigran dari Bantul ke berbagai daerah untuk 2020 lalu sampai saat ini belum ada kejelasan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat.

“Kami masih menunggu ketentuan dari Pemerintah Pusat. Pada prinsipnya kami sudah siap,” kata Kepala Seksi Tranmigrasi Disnakertrans Bantul, Istiwasono, saat dihubungi Rabu (20/1/2021).

BACA JUGA : 20 KK Asal Bantul Siap Transmigrasi

Istiwasono mengatakan 20 KK calon transmigran sudah siap diberangkatkan karena sudah mendapat pelatihan maupun dukungan anggaran. Sedianya mereka akan diberangkatkan pada Oktober 2020, namun karena kondisi pandemi Covid-19 belum selesai sehingga tertunda.

Sampai Januari 2021 ini pemberangkatan calon tranmigran, kata Istiwasono, juga belum ada kejelasan. Pihaknya menduga kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi dan berbagai bencana yang terjadi di berbagai daerah mempengaruhi kebijakan Pemerintah Pusat dalam memberangkatkan calon transmigran ke berbagai daerah.

Pihaknya menganggap wajar masih tertundanya pemberangkatan calon transmigran. Sebab diakuinya jika dipaksakan untuk diberangkatkan juga repot. Dia mencontohkan jika satu keluarga ayah, ibu, dan anak diberangkatkan kemudian ada pemeriksaan rapit test di bandara.

BACA JUGA : Animo Warga Tinggi, Duh, Kuota Transmigrasi Bantul Cuma

“Misalnya ayah dan ibunya lolos kemudian anaknya tidak lolos kan tertunda lagi,” kata Istiwasono.

“belum lagi ketika sudah sampai di lokasi tujuan tranmigrasi kan harus isolasi mandiri juga selama 14 hari,” sambung Istiwasono.

Sebagaimana diketahui rencana awal pemberangkatan 20 kepala keluarga (KK) transmigran dari Bantul Tahun Anggaran 2020 ke berbagai daerah tujuan, di antaranya ke Kabupaten Paser, Kalimantan Timur; Muna, Sulawesi Tenggara; Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Wajo, Sulawesi Selatan; dan Sulu Timur, Sulawesi Selatan.

Bekti Mardini, salah seorang calon tranmigran mengaku belum tahu adanya penundaan keberangkatan. Namun selama ini dirinya juga memang belum mengetahui jadwal pemberangkatan, “Dari Dinas Informasinya nanti menunggu undangan pemberangkatan,” ucap dia.

BACA JUGA : Keberangkatan 20 Keluarga Calon Transmigran Asal Bantul

Bekti bersama suaminya, Nasrudin memutuskan mendaftar calon transmigran untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Sebab pekerjaan suaminya hanya sebagai buruh harian lepas. Sementara di lokasi tranmigran sudah dijanjikan mendapat rumah, lahan pekarangan, lahan pertanian, hingga uang saku.

Dia bersama suaminya daftar tranmigran sejak 2016 lalu ke Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Desa Mahalona. Pihaknya baru mendapatkan kabar lolos sebagai calon tranmigran pada 2019 lalu.