Skor Integritas Kementerian ATR/BPN Turun, KPK Ungkap Area yang Merosot
Skor SPI Kementerian ATR/BPN turun 4,58 poin dalam dua tahun menjadi 71,30 pada 2025 dan masuk kategori rentan menurut KPK.
Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA—Musim liburan sekolah bulan depan diharapkan bakal mendulang banyak pengunjung alias wisatawan ke Jogja. Selama Jogja masih menjadi incaran wisatawan Indonesia, target kunjungan dan okpansi hotel bisa jadi bakal terpenuhi.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY pun menargetkan okupansi atau tingkat hunian hotel di lima kabupaten/kota mencapai 100% selama libur sekolah.
"Kami targetkan bisa mencapai 100 persen insya Allah karena sampai sekarang reservasi [pemesanan kamar hotel] terus ada," kata Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Jogja, Rabu, (31/5/2023).
Deddy menyebutkan berdasarkan laporan sementara anggota PHRI DIY, reservasi hotel untuk tanggal 1 sampai 4 Juni 2023 telah mencapai 85%.
Pemesanan kamar tersebut masih didominasi wisatawan Nusantara yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan kategori pelajar hingga keluarga.
"Didominasi wisatawan pelajar tapi pangsa pasarnya kan berbeda. Pelajar kebanyakan di [hotel] bintang dua ke bawah, kalau bintang tiga ke atas wisatawan rombongan keluarga dan instansi," kata dia.
Tingginya tingkat pemesanan kamar hotel tersebut, menurut dia, bukan hanya di kawasan pusat Kota Jogja, namun merata di lima kabupaten/kota.
"Yang menggembirakan itu bisa merata se-DIY, mulai dari non-bintang sampai hotel bintang lima," ujar dia.
BACA JUGA: Bupati Abdul Halim: Bantul Pusat Kriya di Indonesia
Selain dipicu momentum libur panjang, Deddy menilai peningkatan reservasi serta okupansi itu menunjukkan bahwa daya tarik Jogja sebagai kota wisata semakin menguat.
Kegiatan pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran atau MICE yang mulai banyak digelar sejumlah instansi, menurut dia, turut mendongkrak okupansi hotel di provinsi ini.
"MICE yang dulu hanya di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman, sekarang diselenggarakan di Gunungkidul, Kulon Progo karena di sana sudah ada hotel dan didukung destinasi wisata di sekitarnya," kata dia.
Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan atau length of stay, pelaku usaha perhotelan telah bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY untuk menyiapkan paket wisata.
"Momentum seperti ini hospitality [layanan] harus kami tingkatkan supaya wistawan berkesan di DIY dan kami sudah memberikan bekal bagi hotel-hotel anggota kami," ujar Deddy Pranowo Eryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Skor SPI Kementerian ATR/BPN turun 4,58 poin dalam dua tahun menjadi 71,30 pada 2025 dan masuk kategori rentan menurut KPK.
Jejak erupsi masa lalu membantu memahami pola aktivitas gunung api dan menjadi data pendukung mitigasi serta penyusunan peta KRB.
Jalan Solok-Padang di Arosuka tertutup material banjir bandang. Pengendara sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif via Padang Panjang.
Pameran arsip UIN Sunan Kalijaga menelusuri jejak PTAIN 1951–1961, dari foto hingga dokumen Pakualaman.
Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice absen dari timnas Inggris di Nations League karena kebugaran dan cedera.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.