30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bantul atas capaian penurunan angka stunting yang cukup signifikan dari 2021 ke 2022 lalu. Bahkan penurunannya paling signifikan dibanding kabupaten dan kota di DIY.
Kepala BKKBN DIY, Shodiqin mengatakan penurunan angka stunting di Bantul yang cukup tinggi dari tahun 2021 ke tahun 2022, yakni mencapai empat persen. Pada tahun 2021 angka stunting di Bantul mencapai 19,1% namun pada tahun 2022 turun menjadi 14,9% berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)
“Jadi angka penurunan stunting di Bantul pada tahun 2021 ke 2022 paling tinggi dibandingkan angka penurunan stunting di kabupaten dan kota lainnya di DIY,” katanya dalam acara Rembuk Stunting di Kompleks Pemda 2 Manding, Bantul, Selasa (6/5/2023).
Shodiqin berharap tahun 2023 ini penurunan stunting di Bumi Projotamansari lebih banyak, atau minimal sama dengan penurunan angka stunting di tahun 2022 yang lalu. Sementara itu Sodiqin menyebut angka stunting secara keseluruhan di DIY mencapai 16,4%. Sementara untuk kabupaten dan kota, tertinggi ada di Gunungkidul 23,5%, kemudian disusul Kulonprogo 15,3%, Sleman, 15%, Bantul 14,9%, dan terendah Jogja 13,8%.
Baca juga: Cegah Bentrokan Susulan PSHT-Brajamusti, Polres Kulonprogo Siagakan Ratusan Personel
Shodiqin mengatakan stunting sangat erat dengan kemiskinan namun demikian anak dari keluarga miskin belum tentu stunting. Bisa juga anak dari keluarga yang mampu justru mengalami stunting yang disebabkan adanya pola asuh.
"Jadi kadang ada anak dari keluarga yang mampu ketika diasuh oleh asisten rumah tangga atau neneknya tidak diberi asupan gizi yang baik sehingga anak mengalami stunting,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo mengatakan dalam triwulan pertama tahun 2023 ini dari pengukuran berat badan, lebih dari 47.000 bayi di bawah lima tahun atau balita ditemukan angka 6% mengalami stunting. Ia berharap penurunan stunting terus berlanjut sampai akhir tahun.
Langkah Pemkab
Joko yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Bantul menyatakan Pemkab terus berupaya melakukan melakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka stunting, di antaranya melalui pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak. Selain itu ada juga anggaran Rp50 juta tiap perdukuhan yang bisa digunakan untuk Posyandu, salah satunya penanganan stunting.
Menurutnya, capaian penurunan angka stunting tahun 2021 ke tahun 2022 yang lebih dari empat persen hingga mendapatkan penghargaan tidak terlalu penting. “Kita tidak ingin hanya mendapatkan penghargaan dan piagam saja, namun secara kongkrit bagaimana kita bisa menurunkan angka stunting sampai nol persen,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare di Makkah untuk mengembangkan Kompleks Bait Jemaah dan memperkuat layanan haji serta umrah.
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Mentan Amran soal dugaan mafia pangan, termasuk empat laporan polisi dan pelanggaran tata niaga.
Menkeu Suahasil Nazara memperkirakan belanja APBN kuartal IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun untuk mendorong ekonomi dan menjaga layanan publik.
Pemda DIY menyiapkan materi budaya Jawa untuk radio dan televisi di Suriname guna menjaga tradisi leluhur dan menarik minat generasi muda.