Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN—Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis akibat berkurangnya curah hujan. Merespons hal ini, Pemkab Sleman menyiapkan sejumlah antisipasi, salah satunya bijak menggunakan air.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meminta warga masyarakat untuk mulai bijak dalam memanfaatkan air bersih sebagai upaya antisipasi menghadapi bencana kekeringan selama musim kemarau.
Pasalnya, potensi kekeringan di tahun ini perlu diantisipasi mengingat musim kemarau yang tidak bersifat basah seperti tahun sebelumnya. "Kami imbau masyarakat mulai bijak menggunakan air. Baik itu air baku untuk air bersih maupun air untuk pertanian," katanya, Kamis (15/6/2023).
Kustini juga membenarkan prediksi BMKG bahwa potensi kekeringan di wilayahnya akan terjadi di Kapanewon Prambanan. Meski begitu, Pemkab Sleman melalui PDAM telah membuat terobosan sumur pompa baru untuk disalurkan ke wilayah Prambanan bagian perbukitan.
"PDAM sudah buat sumur pompa dari mata air pedekan yang dibawa ke atas untuk ke rumah-rumah," katanya.
Baca juga: Profil Rafael Struick, Pemain Naturalisasi yang Tampil Apik Saat Indonesia vs Palestina
Sementara untuk sektor pertanian di Prambanan, Kustini menyebut sudah ada bangunan penampung air atau embung cluweg untuk kelompok tani. Pada tahun ini, telah dibangun embung cluweg baru untuk kelompok tani di Kalurahan Gayamharjo.
Langkah antisipasi dampak musim kemarau juga dilakukan untuk komoditas tanaman pangan dengan gerakan percepatan tanam padi pada awal Maret. Pada tahun awal tahun ini, Pemkab Sleman juga telah membagikan 53 unit pompa air kepada petani.
"Setiap tahun kita juga rutin lakukan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian di seluruh kapanewon. Kita juga sudah siapkan bantuan pembangunan irigasi air tanah berupa sumur bor untuk tanaman pangan dan komoditas hortikultura," katanya.
Belum Ada Laporan
Sejauh ini belum ada laporan tentang kekurangan air baku di wilayah Sleman. Pemkab Sleman juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran puluhan juta rupiah untuk dropping air apabila terjadi kekurangan air.
Jumlah tersebut juga dimungkinkan bertambah dengan adanya bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR), bantuan PDAM, BAZNAS maupun dari pihak relawan. Dropping air disiagakan terutama untuk wilayah Umbulharjo, Glagaharjo, Kaliurang, Turgo, Kemiri dan Turi.
"Karena di sana mengandalkan air dari lereng merapi. Kalau pipa-pipa itu pecah, perbaikannya memakan waktu. Nah itu biasanya kita dari BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] akan lakukan dropping air," katanya.
Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada seluruh kalurahan, apabila ada warga yang mulai merasa kesulitan air baku terutama untuk kebutuhan konsumsi, segera dilaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.