30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kaploda DIY, Irjen Suwondo Nainggolan memastikan kasus penembakan seorang pemuda di Dusun Wuni, Nglindur, Girisubo terus berjalan. Adapun berkas perkara itu kini sudah ada di Kejaksaan Tinggi dan tinggal proses pembuktian di pengadilan.
“Kami menunggu kapan sidangnya digelar,” kata Suwondo saat ditemui di sela-sela peresmian pembangunan sumur bor di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Senin (19/6/2023).
Dia menjelaskan pelaksanaan sidang tidak hanya untuk kepastian hukum terhadap kasus ini. Pasal setelah sidang pelanggaran pidana akan dilanjutkan sidang kode etik terhadap Briptu MK, yang menjadi tersangka dari kasus penembakan tersebut. “Jadi nanti ada dua persidangan terhadap tersangka,” katanya.
Menurut dia, hingga sekarang tidak ada penambahan tersangka karena MK menjadi tersangka tunggal. “Tidak ada penambahan tersangka baru,” katanya.
BACA JUGA: Update Kasus Warga Girisubo Tertembak, 8 Saksi Diperiksa
Dalam penyelidikan, Briptu MK dianggap lalai saat menjalankan tugas sehingg menyebabkan orang lain meninggal dunia. Dia dikenakan Pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.
Peristiwa tertembaknya Aldi Aprianto bermula dari acara dangdutan yang diselenggarakan dalam rangkaian bersih telaga pada Minggu (14/5/2023). Sempat terjadi kericuhan dalam acara ini hingga korban tertembak senapan yang dibawa oleh Briptu MK.
Kepala Dusun Wuni, David Nurvianto mengatakan, kejadian sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum kejadian, sempat terjadi kericuhan dalam acara pentas musik dangdut dalam rangka bersih telaga.
Korban pada saat itu berada di duduk di atas panggung menghadap penonton. “Korban juga ikut menjadi panitia acara,” kata David.
Dia menjelaskan, pada saat pengamanan tiba-tiba terdengar suara letusan senapan yang diduga berasal dari senjata milik anggota polisi di sekitar lokasi. “Entah sengaja atau tidak, senjata Laras panjang milik petugas kepolisian pelatuknya tertarik hingga mengenai korban hingga akhirnya meninggal,” katanya.
Keluarga Aldi hingga sekarang terus memantau perkembangan dari kasus ini. Ayah korban, Ngatiyo meminta kasus tersebut ditangani sampai tuntas. Dia berharap penanganannya bisa cepat hingga vonis diberikan ke pelaku. “Yang penting saya minta keadilan yang seadil-adilnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Danantara mengakuisisi hotel dan lahan di Makkah. Komnas Haji berharap investasi ini meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji dan umrah.
Jenazah Anggota VI BPK RI Fathan Subchi diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin, lalu disemayamkan di Kantor BPK dan rumah duka di Condet.
Polri menetapkan 256 tersangka kasus karhutla yang membakar 35.390,99 hektare lahan. Penindakan menyasar pelaku perorangan dan korporasi.