Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Suasana objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). /Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 30.111 wisatawan mengunjungi objek wisata Kaliurang dan Tebing Breksi selama libur panjang Iduladha 1444 hijriah. Tingginya wisatawan diperkirakan masih akan terus terjadi pada pekan ini karena masih libur sekolah.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan kunjungan wisatawan pada libur panjang yang dimulai sejak Rabu (28/6/20223) hingga Minggu (2/7/2023) tercatat cukup banyak. Di dua objek wisata yang dikelola Pemkab Sleman, Kaliurang dan Tebing Breksi, tercatat totalnya sebanyak 30.111 wisatawan yang berkunjung.
Di Kaliurang, rincian kunjungan wisatawan per hari meliputi Rabu sebanyak 2.264, Kamis, 2.512, Jumat 3.049, Sabtu 4.263, Minggu 4.021. “Untuk Tebing Breksi, Rabu 1.003, Kamis 1.644, Jumat 1.704, Sabtu 3.893, Minggu 5.758,” ujarnya, Senin (3/7/2023).
Sabtu dan Minggu (1-2/7/2023) merupakan puncak tertinggi kunjungan wisatawan di kedua objek wisata tersebut. Meski demikian, ramainya wisatawan diperkirakan masih akan terjadi pada pekan ini, karena adanya libur sekolah. “Pekan ini masih, karena libur sekolah,” katanya.
Baca juga: ORI DIY Datangi SMKN 3 Jogja soal Dugaan Jual Beli Seragam, Begini Hasilnya
Tingginya kunjungan wisata ini diharapkan dapat menutup kekurangan kunjungan wisata yang tidak mencapai target pada libur Lebaran Idulfitri lalu. Waktu itu Dinas Pariwisata Sleman menargetkan kunjungan mencapai 1 juta wisatawan, namun yang terealisasi tidak sampai setengahnya.
Tahun ini, Dinas Pariwisata Sleman menargetkan sebanyak 7 juta wisatawan sepanjang tahun. Hingga bulan Juli ini, tercatat sudah ada sebanyak 3.651.000 wisatawan yang berkunjung. “Harapannya libur panjang dan libur sekolah ini bisa menutup kekurangan untuk target tahun ini,” katanya.
Tingginya kunjungan wisata juga terlihat dari sisi okupansi hotel. Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo, mengatakan selama libur panjang Iduladha 1444 hijriah, tingkat okupansi hotel di Sleman rata-rata mencapai 70%-75%.
Angka kunjungan wisatawan tersebut merata hampir di semua hotel di Sleman, dari hotel non bintang hingga bintang lima. Lama tinggal tamu hotel juga cukup lama, yakni berkisar dua sampai tiga malam. “Kebanyakan last minute booking, Minggu baru check out,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.