Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Logo PAN/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DIY menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait dukungan bakal calon presiden (Bacapres) maupun bakal calon wakil presiden (Bacawapres) dalam Pemilu 2024 mendatang.
Ketua DPW PAN DIY, Suharwanta mengaku belum mengetahui siapa bakal calon presiden maupun bakal calon wakil presiden yang akan didukungnya karena DPP belum memutuskan itu sehingga pihaknya harus sabar menunggu.
“Kita manut DPP, kita tunggu instruksi pusat, belum tahu siapa yang didukung, kita tergantung DPP, kebijakan DPP PAN pusat seperti apa kami ikuti aja,” kata Suharwanta saat ditemui di Bantul, Senin (3/7/2023).
Suharwanta mengatakan PAN DIY tidak hanya menunggu instruksi DPP, namun juga harus mempersiapkan pemilihan legislatif (Pileg) di daerah yang juga berbarengan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Baca juga: Terjangkit Anthrax, Kapanewon Semanu di Gunungkidul Diisolasi Terbatas
Dalam Pileg DIY pihaknya menargetkan untuk menambah kursi sebanyak-banyaknya. Dalam Pileg 2019 lalu partai berlambang matahari tersebut meraih tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. “Target kami [kursi PAN di DPRD DIY] bertambah sebanyak-banyaknya,” ucapnya.
Berbagai upaya terus dilakukan mulai dari konsolidasi pengurus, kader maupun simpatisan PAN. Bahkan pihaknya sudah mempersiapkan sebanyak 12.000 sukarelawan saksi se-DIY untuk pileg 2024 mendatang. Tidak hanya itu bakal calon legislatif (Bacaleg) dari PAN juga sudah digembleng.
“Konsolidasi terus kita lakukan baik struktural maupun bacaleg yang berkompetisi,” ujarnya.
Disinggung dengan kehadiran Partai Ummat, Suharwanta mengaku tidak khawatir. Sebagaimana diketahui Partai Ummat merupakan besutan dari politikus ulung Amien Rais. Basis pendukungnya banyak dari kalangan Muhammadiyah seperti PAN.
Wakil Ketua DPRD DIY ini mengaku selama ini PAN sudah terbiasa bertarung dengan partai apapun sehingga tidak ada kekhawatiran bagi PAN pendukungnya tergerus Partai Ummat. “Kami tidak ada kekhawatiran sama sekali. Selama ini kami bertarung dengan partai manapun. Saya kira bagian kompetisi biasa,” tandasnya.
Sembilan Kursi
Sementara itu Ketua DPD PAN Bantul, Wildan Nafis mengatakan dalam Pileg 2024 mendatang pihaknya menargetkan sembilan kursi di DPRD Bantul. Diketahui dalam Pileg 2019 PAN Bantul meraih lima kursi dan berhasil mengirimkan kadernya menjadi wakil ketua DPRD Bantul.
Wildan mengaku sudah menyiapkan berbagai upaya untuk meningkatkan perolehan kursi DPRD Bantul tersebut, di antaranya konsolidasi kader dan simpatisan, barisan perempuan PAN, hingga pembentukan saksi di tiap TPS. Menurutnya, salah satu kunci untuk mengawal suara partai adalah saksi, karena saksi mengetahui langsung proses penghitungan suara di TPS. “Pengalaman pemilu sebelumnya, kita lemah di saksi. Mulai sekarang kami awali sedini mungkin menyiapkan saksi untuk mengawal suara PAN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Diego Forlan ditunjuk sebagai pelatih sementara Uruguay usai Marcelo Bielsa mundur. Misi Forlan: bangkitkan La Celeste dan lolos ke Piala Dunia 2030.
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Apple siapkan chip M7 Ultra 2028 untuk AI, dengan memori 1,5TB dan performa setara Nvidia Blackwell. Langkah ambisius di era kecerdasan buatan.
Wonderwall milik Oasis berubah menjadi lagu keberuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Tradisi baru ini menyatukan pemain dan suporter saat The Three Lio