DPRD Jogja Soroti Pencegahan Korupsi, Sistem Diminta Diperkuat
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus antraks ditemukan di Gunungkidul pada awal Juni 2023 dan merebak hingga kini. Isolasi lalu lintas ternak dari daerah tersebut untuk sementara dihentikan guna memutus rantai penyebaran daging yang berpotensi mengandung antraks.
Oleh sebab itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memastikan daging yang terkontaminasi antraks tidak tersebar di DIY lantaran mereka mengklaim bersama dinas terkait telah melakukan penanganan sejak kasus tersebut dilaporkan.
Kepala DPKP DIY, Sugeng Purwanto menyampaikan kasus antraks awalnya ditemukan di Gunungkidul setelah ada laporan dari RS Panti Rahayu pada 2 Juni 2023.
Setelah itu, menurut Sugeng, Dusun Jati, Semanu diisolasi sementara waktu. “Saat itu kami langsung melakukan isolasi Dusun Jati, sementara tidak ada lintasan hewan keluar masuk di Dusun Jati, ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan antraks ini bisa dicegah,” katanya di Kantor DPKP DIY, Kamis (6/7/2023).
Dia pun memastikan saat ini tidak ada daging ternak yang terpapar antraks dari Dusun Jati yang beredar. “Setelah menerima laporan, kami dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul di tanggal tersebut langsung melakukan surveilans, kemudian dilanjutkan dengan langkah pengendalian dengan antibiotik, penyemprotan disinfektan, dan vaksinasi antraks di lokasi,” katanya.
Menurut Sugeng, pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, serta Dinkes Gunungkidul, puskesmas setempat, serta dokter hewan telah melakukan surveilans sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Dari hasil penelusuran tersebut, Sugeng memastikan ada 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang terpapar. Terhadap ternak yang ada di dusun tersebut juga telah diberikan vaksinasi. Menurutnya, selama ini vaksinasi antraks sebenarnya telah dilakukan, namun dengan adanya kejadian ini, maka vaksinasi antraks terutama pada daerah yang telah terpapar dan sekitarnya lebih digencarkan.
BACA JUGA: Simak Kronologi Menyebarnya Antraks Mematikan di Gunungkidul
Sejauh ini, menurut Sugeng vaksinasi ternak di Gungungkidul telah berikan kepada 77 sapi, dan 289 kambing. Sisa stok vaksin saat ini ada 2.600 dosis. “Dengan kejadian kemarin, kami sedang mengajukan permintaan vaksin antraks ke pusat,” katanya.
Dari kejadian tersebut, Sugeng pun akan memberikan sosialisasi, koordinasi dan evaluasi terkait pemberian informasi kepada masyarakat mengenai Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) keamanan pangan juga digencarkan.
Menurut Sugeng tradisi purak atau brandu dengan menyembelih sapi yang sakit atau mati di Gunungkidul menjadi pemicu penularan penyakit tersebut. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi perlu diberikan untuk mengantisipasi penyakit tersebut.
“Mungkin masyarakat masih belum mengetahui harus seperti apa, ini yang harus kita selesaikan dengan Kabupaten Gunungkidul, Pusat [Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian], dan dengan Balai Besar Veteriner Wates,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.
BGN mengakhiri moratorium aktivasi dapur dan mengaktifkan 480 SPPG. Total SPPG yang beroperasi kini mencapai 27.022 unit.
KWT Mekar Lestari Kulonprogo memanfaatkan pekarangan untuk pertanian, pangan, dan ekonomi warga hingga meraih penghargaan inovasi lahan terbatas.
Thailand vs Indonesia tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026. Anthony Hudson antusias menghadapi John Herdman di SUGBK Jakarta.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.