Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa tembok Sekolah Dasar (SD) Bogem II ambrol diterjang banjir, Jumat (10/5/2025). Hal ini menyebabkan penjaga sekolah dan keluarganya harus mengungsi.
Plt. Kepala Disdik Sleman, Mustadi, mengatakan dia sempat meninjau SD Bogem II pada Jumat malam. Dia mengaku penjaga sekolah beserta keluarganya ketika kejadian dipindah ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS).
Menurut Mustadi, kamar penjaga sekolah berpotensi mengalami ambrolan struktur apabila situasi memburuk.
BACA JUGA: Paket Makanan untuk Jemaah Haji Indonesia Disajikan dalam Empat Warna Wadah
“Air dari saluran irigasi di sawah dan jalan depan SD masuk semua ke halaman sekolahan. SD ini kan elevasinya lebih rendah dari jalan. Air masuk dan terkonsentrasi di tembok paling timur. Buangan air biasanya tidak ada masalah, tapi kan kecil ukurannya. Jadi air makin tinggi dan tembok tidak kuat dan ambrol,” kata Mustadi dihubungi, Sabtu (10/5/2025).
Mustadi menambahkan Dinas Sosial (Dinsos) telah menyalurkan logistik untuk penjaga sekolah dan keluarganya melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) Tamanmartani. Selain SD Bogem, ada juga TK yang mengalami kejadian serupa. Lokasinya ada di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik. Sebab itu, TK ini sementara waktu tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari