BREAKING NEWS: Satu Warga Semanu yang Dirawat di RSUD Wonosari Positif Antraks

Triyo Handoko
Triyo Handoko Kamis, 06 Juli 2023 19:27 WIB
BREAKING NEWS: Satu Warga Semanu yang Dirawat di RSUD Wonosari Positif Antraks

Ilustrasi. /Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang warga Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu yang dirawat di RSUD Wonosari dinyatakan positif antraks, Kamis (6/7/2023). Pernyataan tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan warga tersebut masih berasal dari satu pedukuhan yang sama dengan korban positif antraks yang telah meninggal dunia. “Warga yang masih dirawat dari Padukuhan Jati, Semanu, kondisinya stabil,” terangnya.

Dewi menjelaskan pihaknya terus memantau perawatan medis warga positif antraks tersebut. “Kami yang merujuk untuk dirawat ke rumah sakit setelah sebelumnya menyampaikan keluhan gejala antraks, agar mendapat penanganan yang memadai,” katanya.

Gejala antraks oleh warga tersebut, lanjut Dewi, berupa mual, tangan membengkak, dan kulit berbintik merah. “Kami besok akan melakukan pengecekan lagi pada warga yang dirawat ini dengan mengambil sampel darahnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinkes DIY: Gunungkidul Seharusnya Menyatakan KLB Antraks

Wibawati menjelaskan satu warga yang tengah dirawat tersebut sebelumnya mengikuti pengecekan darah. “Statusnya dari hasil tes awal itu seropositif antraks akan kami cek lagi agar perawatannya lebih  terarah untuk cepat sembuh,” ujarnya.

Kepala Padukuhan Jati, Yulianus Sugeng Ariyanto menjelaskan warganya yang dirawat sudah sejak Senin (3/7/2023). “Dirawat di RSUD Wonosari, setelah bergejala tangan membengkak itu, tetapi kondisinya sehat dan stabil,” terangnya.

Sugeng menyebut dirinya terus berkoordinasi dengan keluarga dari warga yang tengah dirawat tersebut. “Kami selalu komunikasi agar yang dibutuhkan bisa terpenuhi, saya akan terus mendampingi warga ini,” katanya.

Warga Padukuhan Jati, Semanu, jelas Sugeng, berharap agar terus dipantau dan dirawat oleh Dinkes hingga semuanya dapat dinyatakan negatif antraks.

“Setelah tahu ada 87 orang positif ini kami berharap terus dipantau, dirawat, dan diberikan pelayanan agar bisa negatif antraks semua,” jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online