28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Hujan gerimis - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa hari belakangan sebagian daerah di DIY termasuk Kota Jogja diguyur hujan dengan intensitas ringan. Padahal menurut prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Juli adalah musim kemarau disertai El Nino dengan dampak kekeringan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY Warjono menyampaikan hujan yang terjadi saat musim kemarau karena adanya gangguan di atmosfer. Gangguan tersebut memicu turunnya hujan saat ini.
“Terjadi gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation [MJO] dengan gelombang kelvin. Hujan ketika musim kemarau disebabkan sekumpulan awan dari barat ke timur yang posisinya sedang melewati Jawa, sehingga ada hujan di wilayah DIY,” katanya, Jumat (7/7/2023).
BACA JUGA: Kereta Cepat Lewat Jogja, Sultan: Perhatikan Jarak Rel dengan Pemukiman Warga
Menurutnya fenomena MJO tersebut akan berlangsung sekitar tiga hingga empat hari ke depan di sebagian wilayah di DIY. Sehingga akan ada kemunculan fenomena equatorial rossby yang meningkatkan peluang hujan dalam intensitas ringan hingga sedang selama beberapa hari ke depan.
Selain itu, menurut Warjono juga terjadi pola angin yang berbelok di sekitar equator. Fenomena itu pun memicu kecepatan angin yang melambat di sebagian besar wilayah termasuk DIY.
Dia pun mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai dapat lebih waspada karena diperkirakan selama Juli-Agustus akan ada gelombang inggi dalam gelombang tinggi sudah terjadi di wilayah Pantai Selatan DIY. Diperkirakan gelombang tinggi akan mencapai enam meter dalam beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
TNI AU melakukan water bombing untuk memadamkan karhutla di Palembang. Kabut asap juga membuat dua penerbangan Jakarta-Jambi dialihkan.
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.
PSS Sleman resmi melepas Muhammad Kanu Helmiawan ke Persiku Kudus dengan status transfer permanen jelang Super League 2026/2027.
BNPB mengintensifkan OMC untuk memicu hujan guna membantu pemadaman karhutla Kalimantan dan menyiagakan 30 helikopter.
Pemerintah membagi penanganan karhutla per wilayah dan memprioritaskan enam provinsi, dengan pengerahan 12.880 personel.