Stok Pertalite Turun Jadi 16 Hari, Pemerintah Diminta Mulai Waspada
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Komisi III DPRD Kulonprogo meninjau ruas jalan Sidomulyo-Jatimulyo yang rusak parah pada Jumat (7/7/2023). - ANTARA/Sutarmi
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ruas jalan di Kalurahan Sidomulyo hingga Jatimulyo, Kulonprogo sepanjang 1,5 meter rusak berat. Warga pun geram karena tak kunjung diperbaiki dan memasang spanduk bertuliskan: Wong meteng ojo lewat sik, eman le nggawe.
Arti tulisan itu dalam bahasa Indonesia adalah orang hamil jangan lewat dulu, sayang bikinnya. Jalan ini pun menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo, DIY dan mengusulkan percepatan perbaikan.
"Kami sudah usulkan. Paling lambat 2024 dapat ditangani. Harapannya, pada 2023 ini ada penanganan awal. Jadi kami tidak tinggal diam," kata Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Nur Eni Rahayu di sela-sela melalukan kunjungan lapangan di Kalurahan Sidomulyo Kapanewon (Kecamatan) Girimulyo, Kulonprogo, Jumat (7/7/2023).
Ia mengatakan aspirasi dari masyarakat juga sudah masuk ke DPRD Kulonprogo. Beberapa waktu lalu, ada koordinasi dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi perlunya perbaikan jalan ini.
"Masyarakat menginginkan pembangunan jalan ini, dibandingkan program lainnya," katanya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan laporan soal jalan rusak di Sidomulyo sudah diterima pihaknya.
DPUPKP Kulonprogo mengupayakan agar jalan itu bisa segera diperbaiki pada tahun 2024. "Ruas jalan ini juga sudah masuk untuk diusulkan perbaikan tahun anggaran 2024," katanya.
Kalurahan Sidomulyo berada di Kapanewon (Kecamatan) Girimulyo sementara Kalurahan Jatimulyo berada di Kapanewon Pengasih.
Salah satu warga Kalurahan Sidomulyo Slamet mengatakan puluhan spanduk bernada protes itu telah terpasang sejak enam bulan terakhir. Tujuannya sebagai media penyampai aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.
"Kurang lebih sekitar enam bulan lalu pasangnya. Dipasang karena warga ini kesal dengan kondisi jalan yang sudah rusak dan tidak diperbaiki," katanya.
Ia mengatakan spanduk bernada protes tersebut dipasang sepanjang jalan 1,5 kilometer di samping kanan dan kiri jalan. Sepanjang jalan di Kulonprogo, tersebut, jalan berlubang mulai dari lubang berukuran kecil hingga terbesar nyaris memakan separuh badan jalan. "Kerusakan jalan itu sudah berlangsung setidaknya lima tahun terakhir. Dulu pernah ada perbaikan tapi hanya ditambal jadinya rusak lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Rusia mendukung upaya negara GCC mencegah perang di Timur Tengah. Sergey Lavrov mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi elektabilitas cawapres 2029 dengan 21%, mengungguli Gibran.
Kenali 10 situs streaming film ilegal, termasuk LK21 dan IndoXXI, serta risiko malware, pencurian data, penipuan, dan pelanggaran hak cipta.
BMKG memantau sisa sebaran asap karhutla di Banten. Simak 7 barang yang perlu disiapkan di rumah untuk mengurangi paparan asap.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.