Kejar Target BPHTB Rp400 Miliar, Sleman Fasilitasi Sertifikasi Tanah
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Ilustrasi panen padi. Produksi gabah di Kulonprogo menurun akibat cuaca ekstrem. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hasil panen Kulonprogo mencapai angka 79.000 ton lebih gabah selama semester pertama tahun 2023. Akan tetapi jumlah tersebut masih cukup jauh dari target yang ingin dicapai Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat tahun 2023. Menurut Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, jumlah angka tersebut justru turun. Musababnya cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kirmi mengatakan produksi gabah baru mencapai 79.882 ton selama satu semester 2023.
BACA JUGA : Proyeksi Panen Padi DIY: Januari-April 2023 Diperkirakan
“Luasan lahan panen ada sekitar 11.600 hektar. Dari luasan tersebut telah menghasilkan 79.882 ton gabah. Kalau target kami tahun 2023 ini setidaknya bisa mengproduksi 131.000 ton,” kata Kirimi dihubungi, Sabtu (8/7/2023).
Kirmi menambahkan terdapat enam kapanewon penyokong produksi gabah terbesar yaitu Kapanewon Nanggulan, Sentolo, Panjatan, Temon, Galur, dan Wates. Produksi gabah di enam kapanewon tersebut dipengaruhi oleh luasan lahan.
Di Kapanewon Nanggulan terdapat lahan persawahan mencapai 1.392 hektar, lalu Sentolo dengan 1.318 hektar, dan Panjatan dengan 1.242 hektar. Kemudian tiga sisanya yaitu Temon dengan 1.236 hektar, Galur dengan 1.178 hektar, dan Wates dengan 1.094 hektar.
“Luasan di enam kecamatan [kapanewon] tersebut memang di atas 1.000 hektar. Karena itu keenam kecamatan tersebut menjadi lumbung padi yang kami harapkan. Terlebih di sana itu merupakan lahan sawah irigasi teknis,” katanya.
Lahan sawah irigasi teknis merupakan jaringan irigasi di mana saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian air ke dalam lahan sawah dapat sepenuhnya diatur dan diukur secara mudah. “Dengan itu ketersediaan air terjamin sepanjang tahun,” ucapnya.
Ia mengatakan dibandingkan dengan produksi sub round satu yaitu Januari - April 2022, produksi gabah cenderung menurun. Hal ini disebabkan cuaca beberapa yang tidak menentu. Perubahan iklim memicu terjadinya anomali iklim di hampir seluruh belahan dunia tidak terkecuali Indonesia.
“Perubahan iklim akan berdampak pada produksi gabah atau padi seperti menurunnya jumlah produksi. Selain itu banyak terjadi serangan hama penyakit tanaman padi, terutama wereng dan patah leher,” lanjutnya.
Turunnya produksi gabah, kata Kirmi telah diimbangi dengan tingginya harga gabah yang akhir-akhir ini mencapai Rp4.900 - Rp5.500 per kilogram.
Cetak Sawah
Di sisi lain proses cetak sawah baru di Kabupaten Kulonprogo sudah memasuki tahap pelaksanaan. Dana dari APBD 2023 sebesar Rp525 juta telah cair ke kelompok tani (KT) akhir Juni lalu. Dari jumlah tersebut alokasi anggaran cetak sawah baru per hektar mencapai Rp15 juta.
Alokasi anggaran tersebut disalurkan kepada sembilan kelompok tani antara lain KT Bina Mandiri, KT Kedungsogo, KT RAS, dan KT Subur. Keempat KT tersebut berada di Kapanewon Pengasih. Selain itu ada juga KT Menoreh Subur dan KT Akrab yang keduanya berada di Kapanewon Samigaluh.
BACA JUGA : Musim Kemarau Panjang, Masyarakat Diminta Optimalkan
Tiga KT lain yaitu KT Ngudi Makmur di Kalibawang, KT Harapan Makmur di Sentolo, dan KT Sedyo Maju di Lendah. KT Harapan Makmur menjadi kelompok dengan target cetak sawah baru terbesar yang mencapai 7 hektar, sedangkan KT Menoreh Subur menjadi yang kelompok dengan target cetak sawah baru terkecil dengan 1 hektar.
“Awal Juli 2023 sudah kami mulai pelaksanaan cetak sawah baru. Rata-rata proses cetak sawah baru sudah mencapai 15 persen,” ucapnya.
Dia juga mengatakan target cetak sawah baru sampai akhir tahun 2023 mencapai 350 hektar. Sampai saat ini cetak sawah kategori baru di Kulonprogo telah mencapai 340 hektar. Dengan begitu setidaknya masih tersisa 10 hektar untuk tahun 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 20 September 2026 tersedia mulai 07.30 WIB dengan tarif perjalanan Rp12.000.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.