Krisis Air, 52 Hektare Sawah Banaran Kulonprogo Tak Bisa Ditanami
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Ilustrasi May Day atau Hari Buruh. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jumlah lampu penerangan jalan utama (LPJU) di Kabupaten Kulonprogo sekarang belum mumpuni. Masih banyak titik yang perlu dipasangi LPJU baru lantaran memang belum ada sehingga kondisinya sangat gelap kala malam hari. Tidak dipungkiri, sejumlah ruas jalan kabupaten di Kulonprogo masih gelap.
Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Ariadi mengakui hal tersebut lantaran capaian LPJU jalan kabupaten baru sekitar 16 persen. “Baru tercapai itu jadi masih banyak kurangnya,” katanya, Jumat (9/5/2025).
Dia pun tidak mengetahui sampai kapan dapat memenuhi kebutuh LPJU sehingga Kulonprogo tidak gelap lagi.
BACA JUGA; Mati Paruh, udah harus ganti la pembiaan
Untuk penambahan LPJU sendiri tentunya selalu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ariadi mengungkapkan, di Kulonprogo masih kurang sekitar 10.600 unit LPJU untuk menjadikan wilayah yang dahulu bernama Adikarta ini menjadi terang. “Sekarang LPJU yang terpasang baru 2.100 untuk 100 persennya sendiri harus sekitar 12.700 unit,” sambungnya.
Sebarannya itu merata di semua kapanewon masih banyak yang kurang LPJU. Sehingga sangat krodit membutuhkan penambahan LPJU agar malam hari lebih terang. Namun, menurutnya, penambahan LPJU sudah menjadi prioritas untuk terus ditingkatkan.
Ariadi menjelaskan, ada beberapa kriteria prioritas yang wajib ada penambahan LPJU. Seperti di antaranya titik strategis dekat fasilitas pemerintahan kalurahan dan kapanewon. “Simpangan yang ramai lalu lintas, akses jalan menuju destinasi wisata ataupun pusat perekonomian kapanewon,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap tahun selalu ada penambahan LPJU di tingkat kapanewon. Namun, memang terkadang dalam pemasangan LPJU itu tidak komplit. Dia mencontohkan misalnya ruas jalan sepanjang empat kilometer tetapi LPJU baru terakomidir dipasang 2 kilometer belum 100 persen.
Ariadi menuturkan, untuk tahun ini pun ada pengadaan LPJU sebanyak 177 titik yang bersumber dari APBD Kulonprogo dan dana keistimewaan (danais). “152 titik LPJU pakai APBD murni di 12 kapanewon dan 25 sisanya danais di perkotaan dan sekitaran Menoreh dekat Tonogoro,” tandasnya. Kini semuanya masih dalam proses pengadaaan untuk nantinya dilanjutkan dengan pemasangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.