Kronologi Puluhan Siswa Temon Kulonprogo Keracunan MBG, Menu Diduga Berlendir
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Ilustrasi May Day atau Hari Buruh. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jumlah lampu penerangan jalan utama (LPJU) di Kabupaten Kulonprogo sekarang belum mumpuni. Masih banyak titik yang perlu dipasangi LPJU baru lantaran memang belum ada sehingga kondisinya sangat gelap kala malam hari. Tidak dipungkiri, sejumlah ruas jalan kabupaten di Kulonprogo masih gelap.
Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Ariadi mengakui hal tersebut lantaran capaian LPJU jalan kabupaten baru sekitar 16 persen. “Baru tercapai itu jadi masih banyak kurangnya,” katanya, Jumat (9/5/2025).
Dia pun tidak mengetahui sampai kapan dapat memenuhi kebutuh LPJU sehingga Kulonprogo tidak gelap lagi.
BACA JUGA; Mati Paruh, udah harus ganti la pembiaan
Untuk penambahan LPJU sendiri tentunya selalu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ariadi mengungkapkan, di Kulonprogo masih kurang sekitar 10.600 unit LPJU untuk menjadikan wilayah yang dahulu bernama Adikarta ini menjadi terang. “Sekarang LPJU yang terpasang baru 2.100 untuk 100 persennya sendiri harus sekitar 12.700 unit,” sambungnya.
Sebarannya itu merata di semua kapanewon masih banyak yang kurang LPJU. Sehingga sangat krodit membutuhkan penambahan LPJU agar malam hari lebih terang. Namun, menurutnya, penambahan LPJU sudah menjadi prioritas untuk terus ditingkatkan.
Ariadi menjelaskan, ada beberapa kriteria prioritas yang wajib ada penambahan LPJU. Seperti di antaranya titik strategis dekat fasilitas pemerintahan kalurahan dan kapanewon. “Simpangan yang ramai lalu lintas, akses jalan menuju destinasi wisata ataupun pusat perekonomian kapanewon,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap tahun selalu ada penambahan LPJU di tingkat kapanewon. Namun, memang terkadang dalam pemasangan LPJU itu tidak komplit. Dia mencontohkan misalnya ruas jalan sepanjang empat kilometer tetapi LPJU baru terakomidir dipasang 2 kilometer belum 100 persen.
Ariadi menuturkan, untuk tahun ini pun ada pengadaan LPJU sebanyak 177 titik yang bersumber dari APBD Kulonprogo dan dana keistimewaan (danais). “152 titik LPJU pakai APBD murni di 12 kapanewon dan 25 sisanya danais di perkotaan dan sekitaran Menoreh dekat Tonogoro,” tandasnya. Kini semuanya masih dalam proses pengadaaan untuk nantinya dilanjutkan dengan pemasangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Mikhayla Shanum Caya menjadi atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026 pada usia 11 tahun 11 bulan. Woli Hamsan tercatat sebagai atlet tertua.
bagi MICHELIN Guide, pengalaman menginap yang benar-benar berkesan dibentuk oleh sesuatu yang lebih menyeluruh: bagaimana sebuah tempat memiliki karakter, terhu
Pemda DIY menyidak empat SPPG di Kota Jogja untuk memeriksa kebersihan dapur, kepatuhan SOP, dan mencegah kontaminasi makanan MBG.
Mahasiswa PK UNY menjadi juri Kirab Daur Ulang Sampah SMKN 1 Godean. Siswa menampilkan busana dari koran, kertas, dan plastik bekas.
Giorgia Meloni mengumumkan rencana larangan burqa dan niqab di sekolah Italia, pembatasan murid asing per kelas, serta kewajiban belajar bahasa Italia.