Sampah ke TPA Banyuroto Turun 9 Ton per Hari Setelah Aturan Baru DLH
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Surat Izin Mengemudi (SIM)./ polri.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO – Pelaksanaan makan bergizi gratis atau MBG kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Kulonprogo masih terus berlanjut sampai sekarang. Sejumlah kejadian keracunan pelaksanaan MBG di beberapa daerah membuat Pemkab Kulonprogo mengetatkan pengawasan agar tidak mengalami kejadian serupa. Dari data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulonprogo ada 42 sekolah yang sudah disuplai MBG.
Jumlah tersebut mulai dari jenjang TK hingga SMP yang dimulai sejak 14 Januari lalu. Kepala Bidang Kelembagaan, Kurikulum dan Peserta Didik Dikpora Kulonprogo, Taryono menyampaikan, untuk di wilayahnya masih lancar tidak ada masalah terkait MBG utamanya keracunan. Total ada sekitar 2.268 siswa penerima MBG di Kulonprogo.
“MBG Kulonprogo diawasi juga Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan tim kesehatannya,” katanya, Jumat (9/5/2025). Selain itu, menurutnya, dari Dikpora juga ada pengawas TK, SD, dan SMP termasuk penilik PAUD sehingga terus dimonitoring kegiatan MBG. Taryono mengaku, ketika ada kejadian yang tidak diinginkan seperti keracunan langsung dilaporkan ke Dikpora.
Sementara ini SPPG di Kulonprogo baru ada satu berlokasi di Sentolo yang tenaganya langsung dihandle dari pusat. Pelaksanaan MBG di Kulonprogo langsung dari SPPG bukan dari vendor seperti pengusaha kuliner. “Tidak ada keluhan dari siswa sampai sekarang malah gizinya jadi terjaga,” tuturnya.
Rencana penambahan SPPG sudah dalam pembahasan dan persiapan namun belum dapat disampaikannya. Taryono mengakui, ada sinergi dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo dalam pelaksanaan MBG. Siswa penerima MBG dimonitor terkait makanan alerginya sehingga dapat ditanggulangi.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami membenarkan, instansinya ikut membantu pengawasan. Menurutnya, pengawasan ini tidak hanya sekadar memantau pelaksanaan pemberian MBG saja. Melainkan juga turut membantu pengarahan penyiapan menu, penyajian, pemilihan bahan agar tidak menimbulkan keracunan.
“Kami melatih SDMnya materinya terkait keamanan penyediaan MBG,” bebernya. Tentunya itu dilakukan agar tidak rentan keracunan saat MBG dikonsumsi. Cara memasak dan cara menyimpan diarahkan agar tidak menjadi basi. Termasuk kebersihan tempat, alat masak serta kualitas air agar tidak ada bakteri berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Menteri PU Dody Hanggodo menanggapi santai isu reshuffle kabinet dan menegaskan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo.
Wali Kota New York Zohran Mamdani menegaskan surat penangkapan ICC terhadap Benjamin Netanyahu harus dihormati, meski Donald Trump menyatakan sebaliknya.
Ledakan diduga akibat gas pipa tanam merobohkan rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan. Dua korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Cara memperbaiki genteng bocor sesuai penyebabnya, mulai dari genteng retak hingga bubungan atap agar hasil lebih awet dan tahan lama.
BGN mengevaluasi 63 juta data penerima MBG dan memprioritaskan daerah berisiko stunting tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.