Perumda Aneka Usaha Kulonprogo Berkomitmen Jadi Motor Perekonomian
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar
Bregada Rakyat Malioboro bertugas di sepanjang Jalan Malioboro/Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam upaya promosi pariwisata yang ada di DIY, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendukung adanya Bregada Rakyat Malioboro yang bertugas setiap akhir pekan atau weekend di sepanjang Jalan Malioboro.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Kurniawan menyampaikan pariwisata berbasis budaya masih menjadi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY. Karena itu, menurut Kurniawan kehadiran Bregada Rakyat Malioboro yang menampilkan budaya Jogja untuk mendukung pariwisata DIY bisa diselenggarakan.
“Pariwisata Jogja basisnya budaya, DNAnya budaya, sehingga kita menampilkan bregada yang menampilkan budaya Jogja. Ini untuk menambah daya tarik wisata yang ada di Jogja,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (9/7/2023).
Dia menyampaikan selama ini ada empat bregada yang berasal dari kampung wisata di sekitar Malioboro yang bergantian bertugas setiap akhir pekan, yaitu Bregada Suryatmajan dari Kampung Suryatmaja, Bregodo Rekso Winongo dari Kampung Ngampilan, Bregada Wirososro dari Kampung Sosromenduran dan Bregada Saeko Kapti dari Kampung Sosrowijayan.
Baca juga: Antraks Merebak di Gunungkidul, Sleman Perketat Pemeriksaan Lalu Lintas Ternak
“Biasanya bregada yang bertugas akan ditanya wisatawan, mereka [bregada] asalnya dari mana. Dari situ bregada bisa ikut mempromosikan pariwisata di kampungnya masing-masing,” katanya.
Dia pun berharap bregada rakyat dapat memberikan informasi pula terkait pariwisata di DIY. Selain itu, bregada dapat mempromosikan pula potensi di setiap kampung wisata pada wisatawan.
Saat ini menurut dia ada beberapa dokumen yang ada di hotel sepanjang dari Tugu Pal Putih hingga Jalan Malioboro yang mengenakan baju bregada rakyat. Keberadaan doorman tersebut menurut Kurniawan juga turut mendukung promosi pariwisata berbasis budaya yang ada di DIY. “Memang tujuannya selain untuk mendukung promosi pariwisata di Malioboro, juga mengisi sumbu filosofi di kawasan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung 7 Januari–5 Februari. LOC menyatakan persiapan sesuai jadwal di tengah kekhawatiran keamanan.
KWT Sekar Mulya Bantul mengembangkan Bawang Goreng Glowing melalui penguatan produksi, pemasaran digital, dan perluasan jaringan distribusi bersama UGM
Investasi Gunungkidul mencapai Rp451,58 miliar pada semester I 2026. Pemkab menawarkan proyek industri obat herbal dan pendidikan.
Biro PBJ Setda DIY menggelar FGD untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah kalurahan melalui digitalisasi, pendampingan, dan peningkatan
Banding Adrián Fernández dikabulkan FIM. Jika 77 poin dipulihkan, pembalap Leopard Racing itu berpotensi menggeser Veda Ega di klasemen Moto3 2026.