Misi Bangkit PSS Sleman, Pieter Huistra Incar Tiga Poin di Maguwoharjo
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Para peserta Tour de Merapi saat melintasi rute, Minggu (23/7/202)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelaran tur sepeda motor Tour de Merapi kembali semarak tahun ini. Melintasi rute berbagai desa wisata di Sleman, kegiatan ini sekaligus bisa menjadi ajang promosi wisata kepada para riders yang berasal dari berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Ishadi Zayid menerangkan Tour de Merapi tahun ini merupakan edisi ke-19 dari event tahunan tersebut. Kali ini, setidaknya ada 350 kendaraan dari berbagai jenis sepeda motor yang berpartisipasi dalam rangkaian tur. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah di DIY maupun Jawa Tengah seperti Magelang dan Kebumen.
Tingginya antusias masyarakat pada gelaran ini, membuat kuota peserta yang tersedia membeludak. "Edisi ke-19 kali ini diikuti total 350 sepeda motor. Jadi kalau berboncengan ya sekitar ada 700 peserta. Padahal target awal kami semula hanya 300 sepeda motor, nyatanya animo masyarakat sangat tinggi, diikuti 350 sepeda motor," kata dia, Minggu (23/7/2023).
BACA JUGA: Digelar Lagi, Tour de Merapi Diikuti 300 Pemotor
Sebagai ajang promosi wisata, para peserta yang menaiki sepeda motor akan diajak berkeliling wilayah Sleman, khususnya di kawasan desa-desa wisata. Total para peserta menempuh jarak 100 kilometer pada Tour de Merapi tahun ini.
"Start di lapangan Pemkab Sleman kemudian lewat di Embung Mororejo, kemudian di pos satunya itu di Desa Wisata Pulesari, terus kemudian lanjut di pos dua di Gardu Pandang Kaliurang. Kemudian lanjut di Teras Merapi di Bukit Klangon dan kemudian pos keempatnya itu di Monumen Plataran dan pos lima di Candi Barong dan finish di Tebing Breksi," ucap dia.
Zayid berharap melalui gelaran Tour de Merapi kali ini, berbagai potensi wisata maupun keanekaragaman budaya dan alam yang ada di Sleman dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. "Harapannya, Tour de Merapi kali ini, desa-desa wisata atau keanekaragaman budaya, alam bisa dieksplorasi oleh peserta," ujarnya.
"Ke depan, mereka diharapkan bisa menjadi mitra kami untuk mempromosikan pariwisata di Sleman," ujar dia.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang mengibarkan bendera start Tour de Merapi menilai gelaran tahunan ini sebagai wadah bagi para pencinta tur sepeda motor sekaligus menjadi ajang promosi wisata yang berada di Kabupaten Sleman. "Event ini menjadi sarana bagi masyarakat yang senang touring motor sambil menikmati pemandangan desa wisata di Sleman sepanjang perjalanan," ujar dia.
Danang berharap diselenggarakannya kegiatan ini setelah pandemi, dapat memberikan hiburan bagi masyarakat. Utamanya dapat membantu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Forum LSP Politeknik Indonesia kembali menggelar Pertemuan Tahunan Ke-6 di Yogyakarta pada 3–6 September 2026.
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.
KPK menyita uang tunai rupiah dan valas senilai ratusan miliar dalam sekitar 20 koper terkait OTT dugaan korupsi HGB di ATR/BPN.