Masih Ada 900 Antrean PBG, Pemkot Jogja Targetkan Tuntas Segera
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Ilustrasi./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi darurat sampah yang terjadi khususnya di Jogja dan Sleman memaksa Pemda DIY mempercepat pembangunan TPA Piyungan Transisi Tahap 2.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, dengan persoalan sampah yang terjadi, maka Pemda akan mempercepat pembangunan TPA Piyungan Transisi Tahap 2 dari yang sedianya akan selesai pada awal September 2023, akan dipercepat menjadi akhir Agustus 2023.
"Jadi yang sebelumnya kami siapkan 7 September itu [TPA Piyungan Transisi Tahap 2] dapat dipercepat maju, mungkin bisa jadi akhir Agustus,” katanya.
BACA JUGA: TPST Piyungan Ditutup, DLH Bantul Minta Semua Pihak Introspeksi
Meski begitu, menurut Beny persoalan sampah akan kembali terulang apabila pengelolaan sampah tidak segera dilakukan. Menurutnya diperkirakan TPA Piyungan Transisi Tahap 2 pun kapasitasnya akan penuh pada Maret 2024. Maka, dia pun berharap teknologi yang dapat mengolah sampah diharapkan sudah dapat digunakan saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
BMKG memprediksi seluruh wilayah DIY berawan pada Minggu, 7 Juni 2026. Warga diminta mewaspadai potensi angin kencang dan hujan ringan di sejumlah wilayah.
Polisi berhasil mengungkap pencurian burung murai batu senilai Rp10 juta di Banguntapan, Bantul. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam.
Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan perguruan tinggi harus membangun keberlanjutan dan menyiapkan lulusan yang relevan dengan dunia kerja.
KAI Daop 6 Yogyakarta memberikan diskon tiket kereta api 30 persen untuk 30 KA ekonomi komersial selama libur sekolah 2026.
Iran mengecam serangan AS ke fasilitas radar di Sirik dan Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan itu melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.