Advertisement
Ada YIA, Pengembangan Pariwisata Kulonprogo Selatan Perlu Sentuhan Internasional

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kabupaten Kulonprogo memiliki potensi pariwisata yang besar. Potensi tersebut tersebar di wilayah Utara, Tengah, dan Selatan. Di wilayah Selatan, pengembangan pariwisata akan sangat dipengaruhi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan keberadaan YIA perlu didukung pariwisata berkelas internasional.
Advertisement
“Perlu dipikirkan mengenai pariwisata berstandar internasional yang memberikan pelayanan internasional. Dengan trigger nya adalah YIA atau aerotropolis maka pariwisatanya harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi itu,” kata Made dalam sambutan pemberian hibah mobil pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Kulonprogo, Jumat (28/7/2023).
Made menambahkan agar sumber daya yang dimiliki Kulonprogo baik alam maupun manusia dimaksimalkan pemanfaatannya. Dengan begitu perekonomian masyarakat dapat meningkat. Katanya, pemetaan sasaran atau segmentasi pasar juga diperlukan berkaitan dengan pariwisata.
Baca juga: KRL Jogja Solo Mati Lampu hingga Mogok Dua Kali, Ini Kronologinya
“Kulonprogo punya destinasi yang unik karena ada yang berada di dataran tinggi atau Menoreh dan pantai bagian Selatan. Perlu pariwisata yang berkelanjutan atau sepanjang masa dapat menikmati itu. Tidak musiman,” katanya.
Lebih jauh, Made juga mengimbau agar hibah mobil pariwisata bernilai sekitar Rp1 miliar melalui Dana Keistimewaan DIY tersebut dapat digunakan dengan baik. Oleh karena itu Dinas Pariwisata Kulonprogo juga diminta untuk merawat bus tersebut.
“Harapan kami, kendaraan ini dapat dimanfaatkan, dirawat sebaik-baiknya untuk bisa ambil bagian dalam pengembangan pariwisata Kulonprogo,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan mobil pariwisata tersebut akan dapat menjangkau wilayah yang sukar dijangkau bus. Dengan begitu promosi kepariwisataan akan lebih gencar dilakukan.
“Mobil ini memang kami rancang [rencanakan] yang dapat menjangkau wilayah di Perbukitan Menoreh. Jenis mobilnya pakai elf long,” kata Joko dalam sambutan pemberian hibah mobil pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Kulonprogo, Jumat (28/7/2023).
Dibawa ke Wonogiri
Joko menambahkan mobil pariwisata tersebut untuk pertama kalinya akan dibawa ke Wonogiri dalam mempromosikan pariwisata budaya. Kata dia, di Kawasan Museum Kars Indonesia, Wonogiri terdapat perhelatan Festival Geopark Gunung Sewu 2023. “Momentumnya sangat pas karena ada Unesco [di Kawasan Museum Kars Indonesia]. Kami akan menampilkan wayang pariwisata,” katanya.
Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, berharap mobil pariwisata yang baru saja diberikan dapat membantu dalam mempromosikan pariwisata Kulonprogo. Hanya saja penggunaan mobil tersebut akan lebih maksimal apabila terdapat kolaborasi kepariwisataan.
Aris juga menyinggung keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta yang perlu dimaksimalkan potensinya. Dia meminta agar Dinas Pariwisata Kulonprogo dapat membuat para pengguna bandara tidak pergi begitu saja namun dapat mampir di Kulonprogo. “Bandara sudah ada tapi jangan sampai orang yang mau ke bandara terlalu cepat pergi. Ini pekerjaan rumah bersama agar orang-orang datang ke Kulonprogo,” kata Aris dalam sambutan pemberian hibah mobil pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Kulonprogo, Jumat (28/7/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

28 Perusahaan Segera Mengantre di Bursa, Mayoritas Sektor Konsumer Nonsiklikal
Advertisement

Destinasi Unik, Kuil Buddha Ini Dibangun dengan Jutaan Botol Bir
Advertisement
Berita Populer
- Mau ke Bandara YIA Pakai Bus Damri? Simak Jadwalnya di Sini
- Mantan Napi Teroris Ini Mendapat Bantuan Penunjang Ekonomi Keluarga dari Pemkot Jogja
- PENGEMBANGAN PARIWISATA: Festival Kampung Wisata Perkuat Inovasi
- Top 7 News Harian Jogja Online, Sabtu 23 September 2023
- Giliran Kota Jogja, Cek Jadwal Pemadaman Listrik dan Wilayah Terdampak di Sini
Advertisement
Advertisement