Calon Transmigran Asal Kulonprogo Akan Garap Sawit di Sulawesi

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Sabtu, 29 Juli 2023 19:37 WIB
Calon Transmigran Asal Kulonprogo Akan Garap Sawit di Sulawesi

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok

Harianjogja.com, KULONPROGO—Calon transmigran asal Kabupaten Kulonprogo yang akan menempati satuan Permukiman Salulisu, Kawasan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat akan menggarap potensi sawit yang ada. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo menganggap sawit dapat menjadi komoditas yang mampu mendongkrak kesejahteraan mereka.

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kulonprogo, Heri Widodo, mengatakan pihaknya telah mengundang tiga kepala keluarga (KK) untuk melakukan seleksi transmigrasi. Hanya saja satu KK tidak menghadiri seleksi tersebut. Apabila lolos, dua KK akan berangkat ke Salulisu dan menggarap sawit. Dua KK tersebut terdiri dari masing-masing bapak-ibu dengan satu anak asal Girimulyo dan dengan dua anak asal Kokap.

“Potensi unggulan di Salulisu itu sawit. Kami punya harapan dan motivasi untuk memberangkatkan calon transmigran ke Salulisu karena potensi sawit ini,” kata Heri dihubungi, Sabtu (29/7/2023).

Apabila membandingkan dengan Muna, Sulawesi Tenggara, menurut Heri, Salulisu lebih berpotensi menyejahterakan transmigran. Kata dia, Muna sulit untuk dikembangkan karena ketiadaan potensi atau komoditas andalan.

Baca juga: ASN Bantul Tidak Memilah Sampah Bisa Nggak Naik Pangkat, Bupati: Buat Contoh Masyarakat

Kata dia, Kabupaten Kulonprogo hanya mendapat alokasi dua KK untuk program transmigrasi dari Pemerintah Pusat. Padahal menurut Heri, masyarakat Kulonprogo antusias untuk mengikuti program tersebut. Kendati begitu hanya ada tiga KK yang berminat ke Salulisu tahun 2023.

Heri menambahkan selain terkait niat atau keseriusan calon transmigran, Disnakertrans Kulonprogo juga menilai aspek kelengkapan administrasi dan kesesuaian data kependudukan dengan persyaratan.

Tidak hanya itu, aspek sosial, budaya, dan ekonomi di daerah asal saat ini hingga keadaan lingkungan daerah asal juga menjadi aspek penilaian. Bahkan riwayat pendidikan calon transmigran juga menjadi aspek penilaian.

“Terakhir aspek psikologis yang menekankan motivasi bertransmigrasi dari setiap calon transmigran, ketrampilan yang dimiliki, rencana yang akan dibuat di lokasi transmigrasi hingga menelisik sikap yang akan diambil dari hasil wawancara apabila terjadi kemungkinan terburuk yang terjadi di lokasi transmigrasi nanti,” katanya.

Lebih jauh, Heri menjelaskan pada bulan Agustus 2023, calon transmigran dari kabupaten/kota di DIY akan mendapat pelatihan di Balai Pelatihan, Sleman. Setelah melalui pelatihan, mereka akan diberangkatkan paling cepat bulan Oktober dan paling lama bulan Desember 2023.

Cek Lokasi

Disnakertrans Kulonprogo bersama OPD kabupaten/kota lain juga akan mengecek lokasi transmigrasi di Salulisu, Kawasan Tobadak terlebih dahulu. Pengecekan tersebut akan menitikberatkan pada kesiapan rumah tinggal, jaringan listrik, dan sarana air bersih.

“Di sana itu, calon transmigran akan mendapat rumah, pekarangan, dan lahan usaha. Kalau dari Kabupaten Kulonprogo dapat tiket pesawat ke lokasi dan bantuan modal Rp10 juta,” ucapnya.

Pemberian bantuan modal tersebut berbeda setiap tahunnya. Sebabnya, Disnakertrans Kulonprogo menyesuaikan dengan inflasi yang terjadi pada periode pelaksanaan program.

Ke depan, Heri berharap Pemerintah Pusat dapat terus memberikan kuota transmigrasi dengan lokasi penempatan yang memiliki potensi pengembangan. Dengan begitu calon transmigran memiliki kejelasan dalam mengembangkan komoditas tertentu.“Harapan kami, Pusat memberikan kawasan transmigrasi untuk Kulonprogo yang betul dapat memberikan kesempatan pengembangan potensi. Jadi bukan hal-hal yang sifatnya perkiraan. Soalnya transmigran kan melihat pengalaman pendahulunya yang sudah sukses,” lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online