Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Pembukaan fasilitas tempat istirahat atau disebut dengan selter driver ojek online (ojol) khusus perempuan mulai dibuka pada Sabtu (5/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah fasilitas tempat istirahat atau disebut dengan selter driver ojek online (ojol) khusus perempuan mulai dibuka pada Sabtu (5/8/2023). Fasilitas yang diberinama Selter Joper (Jogja ojol Perempuan) ini sengaja diluncurkan oleh Partai Demokrat Kota Jogja untuk membantu driver ojol perempuan yang berada di lapangan.
Selter ini terletak di Jalan KI Ageng Nis, Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja yang merupakan Kantor DPC Partai Demokrat Kota Jogja. Pembukaan fasilitas itu dihadiri puluhan driver ojol perempuan dari berbagai platform aplikasi online di Kota Jogja.
BACA JUGA : Cerita Ojol Perempuan di Jogja Mengaspal Dini Hari Kesasar di Kuburan
“Kami menyediakan fasilitas ini cukup sederhana tidak mewah, para drivel ojol Perempuan bisa mampir di sini, sembari menunggu orderan, atau mau salat istirahat,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Jogja Rini Hapsari, Sabtu.
Sejumlah fasilitas disediakan di antaranya wifi gratis, makanan kecil hingga minuman dan tempat untuk beristirahat hingga menunaikan salat. Fasilitas itu akan dibuka dengan menyesuakan jam operasional para diver ojol. Salah satu kesepakatannya yaitu ketika siang hingga sore atau malam hari dibuka sehingga siapa pun bisa masuk karena ada petugas yang berjaga di lokasi.
Pembukaan selter ojol perempuan itu, lanjutnya, berawal dari melihat sejumlah kondisi mereka di lapangan dengan tanpa fasilitas sama sekali. Mereka menunggu orderan di pinggir jalan bersama dengan kondisi yang sangat rentan, baik dari sisi kriminalitas maupun lainnya.
“Kebetulan lokasi yang kami sediakan ini juga tidak jauh dari tempat para ojol Perempuan ini menunggu orderan, mereka bisa menunggu dari sini saja. Saya kasihan juga ketika melihat mereka menunggu di pinggir jalan. Sekaligus ini bentuk kepedulian kami terhadap perempuan pejuang ekonomi keluarga,” ujarnya.
BACA JUGA : Ada-ada Saja! Pelanggan Pesan Ojol Jogjakita Hanya Minta Dikawal di Perjalanan
Salah satu driver ojol perempuan di Kota Jogja Suprihatin mengakui ketika menunggu orderan ia duduk di pinggir jalan seadanya. Karena memang tidak ada tempat berteduk kecuali numpang ke beberapa pertokoan atau rumah warga. Oleh karena itu dengan adanya fasilitas tersebut, ia akan memanfaatkannya.
“Kebetulan saya biasanya mangkal di sekitar Gedongkuning, tidak jauh dari selter ini, saya akan sering ke sini nantinya. Saya biasanya dari pagi bisa sampai jam 22.00 WIB malam hari. Tentu kami berterima kasih atas perhatian ini,” kata Wanita yang memiliki lima anak ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.