Bukan Belalang, Tawon Jadi Ikon Gunungkidul dan Inspirasi Batik Baru
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan ruas JJLS perbukitan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus. Foto diambil beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Progres Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS Gunungkidul di segmen Tepus-Jerukwudel, telah mencapai 73%. Total ruas yang dikerjakan sepanjang 10,9 kilometer dan ditarget selesai di akhir tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pembangunan JJLS Gunungkidul diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat. Hal ini dikarenakan status proyek milik nasional yang lokasinya berada di Bumi Handayani.
“Yang jelas pembangunan masih berjalan terus. Informasi terakhir pengerjaan sudah 72 persen dari target,” katanya, Kamis (10/8/2023).
Meski demikian, ia berharap pengerjaan bisa segera diselesaikan karena hanya menyisakan satu segmen. Setelah ruas Tepus menuju Jerukwudel di Kapanewon Girisubo selesai, maka JJLS Gunungkidul benar-benar bisa tersambung.
“Tentunya dengan akses ini ada harapan bisa memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” katanya.
BACA JUGA: Jumlah Kebakaran Lahan di Sleman Naik, Pemicunya Pembakaran Sampah
Asisten Pelaksana Satker PJN, Wahyu Widyantoro mengatakan perkembangan pembangunan JJLS Gunungkidul segmen Tepus-Jerukwudel berjalan dengan baik. Total ruas dibangun sepanjang 10,9 kilometer dan pengerjaan sudah mencapai 73%.
“Bagus dan kami optimistis bisa selesai tepat waktu di akhir tahun nanti,” kata Wahyu.
Menurut dia, untuk pengerjaan JJLS Gunungkidul di sudah ada yang selesai pengaspalan. Namun di sisi lain, juga ada dalam proses pembentukan ruas jalan dan membuat saluran drainanse.
“Terus kami awasi agar pengerjaan [JJLS Gunungkidul] sesuai dengan perencanaan yang disusun,” katanya.
Salah seorang warga Kalurahan Nglidur, Girisubo, Fajar mengatakan, rutin melintasi pembangunan JJLS Gunungkidul yang hingga sekarang masing berlangsung. Ia mengakui untuk ruas Tepus-Jerukwudel, pengaspalan sudah melintasi ruas Kalurahan Tepus, Purwodasi dan sebagian Balong.
“Memang belum bisa dilalui untuk umum, tapi pengendara roda dua bisa melewati jalur baru ini,” katanya.
Menurut dia, pengerjaan JJLS Gunungkidul tinggal menyisakan separuh ruas di Kalurahan Balong menuju Karangngawen dan Nglindur. “Sekarang masih terus dikerjakan dan mudah-mudahan bisa cepat selesai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Penelitian ungkap memasak minimal seminggu sekali dapat menurunkan risiko demensia hingga 30% pada lansia.
Veda Pratama finis ke-16 di debut Moto3 Hungaria 2026 meski kena penalti. Simak hasil lengkap balapan.
Vivo V70 Lite resmi meluncur dengan baterai 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga mulai Rp5 jutaan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.