Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Pengendara motor melintas depan pagar seng pembangunan perumahan yang diduga berdiri di atas tanah kas desa di Jalan Melon Mundusaren, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (14/10/2022)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Berkas perkasa kasus mafia tanah kas desa dengan tersangka Lurah Caturtunggal, Agus Santoso mulai masuk ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja, Kamis (24/8/2023). Pelimpahan berkas perkara tersebut dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY yang menandai selesainya penyidikan terhadap Agus.
Dalam berkas perkara Agus dalam kasus mafia tanah kas desa itu, Kejati DIY melampirkan sekitar 40 orang yang diajukannya jadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jogja. Tak hanya saksi, berbagai barang bukti juga dilampirkan dalam berkas tersebut seperti komputer, handphone, hingga buku tabungan.
Jaksa penuntut umum (JPU) yang bertugas menangani Agus juga tak hanya dari Kejati DIY saja. Kejati DIY menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dalam membentuk tim gabungan yang bertugas sebagai JPU dalam persidangan nantinya.
Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Herwatan menyebut Pengadilan Tipikor Jogja sudah menerima berkas perkara tersebut. “Tadi siang kami serahkan berkas perkaranya, dan dinyatakan diterima oleh Pengadilan Tipikor Jogja,” jelasnya saat dihubungi pada Kamis (24/8/2023).
BACA JUGA: Sidang Kasus Tanah Kas Desa, Krido-Robinson Bertemu 6 Kali setelah Disomasi Sultan HB X
Herwatan menyebut tim gabungan JPU untuk perkara Agus dalam kasus mafia tanah kas desa dibentuk agar pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Jogja makin komprehensif. “Kami bikin tim gabungan JPU, jumlahnya belum bisa dipastikan ada berapa jaksa yang bertugas,” ujarnya.
Agus nantinya didakwa karena melakukan pembiaran terhadap penyalahgunaan tanah kas desa. Saat ditanya motif Agus melakukan pembiaran, Herwatan tak menyebutkannya secara terang. “Karena yang bersangkutan penya tanggungjawab pengawasan tanah kas desa sebagai Lurah tapi malah membiarkannya, motifnya itu nanti akan terungkap sendiri di pengadilan,” terangnya.
Kepala Humas Pengadilan Tipikor Jogja Heri Kurniawan mengkonfirmasi penerimaan berkas perkara tersangka mafia tanah kas desa tersebut. “Benar tadi berkas perkara sudah kami terima, siang tadi,” ucap dia.
Heri menjelaskan kini Pengadilan Tipikor Jogja sedang mempersiapkan sidang untuk Agus Santosa tersebut. “Kami akan menentukan majelis hakim yang bertugas dan memberikan penjadwalan sidang,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Janice Tjen siap bangkit di WTA 125 Birmingham Terbuka 2026 setelah musim tanah liat yang menantang. Simak jadwal pertandingan Janice Tjen selengkapnya di sini.
KAI Commuter Area 6 Yogyakarta layani 159.755 penumpang selama libur panjang. Stasiun Tugu jadi titik tersibuk. Simak rincian operasional selengkapnya di sini.
Update harga emas Antam hari ini, Selasa 2 Juni 2026. Harga emas 1 gram turun ke Rp2.774.000. Cek daftar harga lengkap dan ketentuan pajak buyback di sini.
Daftar 10 negara dengan cadangan logam tanah jarang terbesar di dunia. China masih dominan, sementara Brasil dan Australia terus mengejar.
BRIN meminta maaf setelah unggahan Hari Lahir Pancasila menampilkan Garuda Pancasila yang tidak sesuai ketentuan resmi.