Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pelaku ditangkap petugas polisi setelah menganiaya korban, di jalan Bugisan, Tirtonirmolo, Kasihan, Senin (28/8/2023). /ist Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang penjual martabak di Tirtonormolo, Kasihan, Bantul nekat membacok pedagang warmindo dengan celurit di depan gerobaknya sendiri, Senin (29/8/2023) sore. Akibat kejadian ini korban mengalami sejumlah luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan pelaku pembacokan yakni Tiyo Dwi Septiaji, 25, warga asal Magelang, yang berjualan martabak di jalan Bugisan, Tirtonirmolo, Kasihan. “Polisi sudah menangkap tersangka dan barang bukti celurit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (29/8/2023).
Adapun korban dalam kejadian ini adalah Eko Darmanto, 51, warga asal Kuningan. Kejadian ini bermula ketika korban melintas di depan gerobak martabak pelaku pada pukul 17.00 WIB. “Kemudian pelaku langsung menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis celurit,” katanya.
Pembacokan tersebut mengenai lengan tangan kiri dan kanan bagian atas korban, serta bagian kepala belakang, kaki kanan-kiri dan bagian dada. Korban yang berlumuran darah kemudian dilarikan ke rumah sakit PKU Yogyakarta untuk mendapat perawatan.
Berdasarkan pemeriksaan polisi kepada pelaku, diketahui pelaku menganiaya korban karena motif sakit hati. Pelaku mengungkapkan sebelumnya ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang minta makan dan diarahkan ke warmindo oleh pelaku.
“Keterangan dari pelaku, merasa sakit hati yang sebelumnya ada ODGJ minta makan namun diarahkan ke warmindo. Pedagang warmindo [korban] yang mengetahui itu lalu menegur penjual martabak. Diduga adanya kata-kata yang membuat pelaku sakit hati,” ungkapnya.
Dari keterangan pelaku juga disebutkan korban sempat mengancam membunuh pelaku jika mengarahkan ODGJ tersebut ke warmindonya lagi. “Namun itu berdasarkan keterangan awal pelaku. Sampai hari ini pelaku masih dimintai keterangan,” kata dia.
Adapun celurit diketahui sudah disiapkan pelaku di dalam grobak. Namun pelaku beralasan disiapkannya celurit bukan untuk menganiaya korban, melainkan hanya untuk berjaga-jaga jika ada ancaman. “Bagaiman pun pelaku salah menganiaya, apalagi menggunakan sajam jenis celurit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.