Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) di Gunungkidul mencapai 1.024 unit. Adapun perbaikan menggunakan anggaran keroyokan dari Pemkab, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat hingga bantuan dari Baznas.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, upaya perbaikan RTLH terus dilakukan. Berdasarkan data di 2021 lalu ada 21.758 unit rumah milik masyarakat yang berstatus tak layak huni.
“Hingga sekarang terus berlangsung perbaikannya, meski jumlah RTLH masih ada sekitar 17.381 unit,” kata Sunaryanta saat meninjau perbaikan RTLH di Kalurahan Ngleri, Selasa (29/8/2023).
Menurut dia, perbaikan RTLH tidak hanya menjadi tugas dari pemkab. Pasalnya, baik Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat ikut menangani permasalahan ini.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam upaya perbaikan. Mudah-mudahan dengan program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan,” katanya.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, sampai tahun ini ada 1.024 unit RTLH yang diperbaiki. Meski demikian, pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh pemkab karena juga ada bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemda DIY. “Baznas juga ikut program perbaikan. Total ada 24 unit RTLH diperbaiki tahun ini,” katanya.
Giyanto menjelaskan, untuk perbaikan yang dilakukan pemkab sebanyak 348 unit. Setiap penerima bantuan mendapatkan stimulan pembangunan sebanyak Rp20 juta.
Adapun Pemerintah Pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 577 unit RTLH. Besaran bantuan sama seperti alokasi di pemkab, sebesar Rp20 juta untuk setiap penerima manfaat.
“Yang dari provinsi ada 75 unit yang diperbaiki, dengan alokasi Rp50 juta setiap penerima bantuan. Jadi, kalau ditotal, [hingga] tahun ini ada RTLH yang diperbaiki sebanyak 1.024 unit,” katanya.
Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Jawa III, Salahudin mengatakan, program BSPS di Gunungkidul sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Total hingga sekarang sudah ada perbaikan sekitar 6.400 unit RTLH. “Tahun ini ada 577 unit rumah yang diperbaiki,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam program ini juga butuh partisipasi dari penerima bantuan. Pasalnya, alokasi bantuan sebesar Rp20 juta, dengan ketentuan Rp17,5 juta untuk material dan sisanya Rp2,5 juta guna membayar upaya pekerja.
“Adapun kekurangan dalam pembangunan menjadi tanggungan penerima bantuan,” katanya.
Salahudin memastikan dalam program perbaikan RTLH tidak ada penerima bantuan yang dobel. Hal ini dikarenakan sebelum dikucurkan ada proses verifikasi dengan melibatkan tim dari kabupaten. “Ada pengecekan terlebih dahulu. Kalau sudah atau pernah menerima bantuan, maka tidak bisa menerima lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
DPRD dan Pemda DIY menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan target pendapatan Rp4,8 triliun dan belanja daerah Rp4,93 triliun.
Ratusan suporter PSIM mendatangi latihan di Mandala Krida. Mereka menuntut Laskar Mataram bangkit dari zona degradasi Super League 2026/2027.
Polda Jatim mengungkap bisnis jual beli akun WhatsApp dan Telegram ilegal serta promosi judi online yang diduga terhubung jaringan Kamboja.
Kim Jong Un meminta Korea Utara mempercepat pengembangan senjata nirawak berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan tempur dan modernisasi militer
Bulog Semarang memastikan stok beras 81.600 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.