Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) di Gunungkidul mencapai 1.024 unit. Adapun perbaikan menggunakan anggaran keroyokan dari Pemkab, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat hingga bantuan dari Baznas.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, upaya perbaikan RTLH terus dilakukan. Berdasarkan data di 2021 lalu ada 21.758 unit rumah milik masyarakat yang berstatus tak layak huni.
“Hingga sekarang terus berlangsung perbaikannya, meski jumlah RTLH masih ada sekitar 17.381 unit,” kata Sunaryanta saat meninjau perbaikan RTLH di Kalurahan Ngleri, Selasa (29/8/2023).
Menurut dia, perbaikan RTLH tidak hanya menjadi tugas dari pemkab. Pasalnya, baik Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat ikut menangani permasalahan ini.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam upaya perbaikan. Mudah-mudahan dengan program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan,” katanya.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, sampai tahun ini ada 1.024 unit RTLH yang diperbaiki. Meski demikian, pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh pemkab karena juga ada bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemda DIY. “Baznas juga ikut program perbaikan. Total ada 24 unit RTLH diperbaiki tahun ini,” katanya.
Giyanto menjelaskan, untuk perbaikan yang dilakukan pemkab sebanyak 348 unit. Setiap penerima bantuan mendapatkan stimulan pembangunan sebanyak Rp20 juta.
Adapun Pemerintah Pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 577 unit RTLH. Besaran bantuan sama seperti alokasi di pemkab, sebesar Rp20 juta untuk setiap penerima manfaat.
“Yang dari provinsi ada 75 unit yang diperbaiki, dengan alokasi Rp50 juta setiap penerima bantuan. Jadi, kalau ditotal, [hingga] tahun ini ada RTLH yang diperbaiki sebanyak 1.024 unit,” katanya.
Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Jawa III, Salahudin mengatakan, program BSPS di Gunungkidul sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Total hingga sekarang sudah ada perbaikan sekitar 6.400 unit RTLH. “Tahun ini ada 577 unit rumah yang diperbaiki,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam program ini juga butuh partisipasi dari penerima bantuan. Pasalnya, alokasi bantuan sebesar Rp20 juta, dengan ketentuan Rp17,5 juta untuk material dan sisanya Rp2,5 juta guna membayar upaya pekerja.
“Adapun kekurangan dalam pembangunan menjadi tanggungan penerima bantuan,” katanya.
Salahudin memastikan dalam program perbaikan RTLH tidak ada penerima bantuan yang dobel. Hal ini dikarenakan sebelum dikucurkan ada proses verifikasi dengan melibatkan tim dari kabupaten. “Ada pengecekan terlebih dahulu. Kalau sudah atau pernah menerima bantuan, maka tidak bisa menerima lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.