Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki awal September, harga bawang merah di Bantul masih rendah. Anjloknya harga bawang merah sudah mulai terjadi sejak akhir Juli lalu, ketika memasuki musim panen raya bawang merah.
Petani dari kelompok Tani Tarunatani Sompok, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Anton, menuturkan harga bawang merah dari petani hingga saat ini masih rendah. “Masih rendah. Dari petani masih di kisaran Rp8.000 sampai Rp10.000,” ujarnya, Jumat (1/9/2023).
Ia menjelaskan harga bawang merah yang rendah itu sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu dan sampai akhir Agustus terus menurun. “Turunnya cukup parah, dari yang tadinya Rp35.000 jadi Rp25.000 di pasaran. Kalau dari petani sebelumnya Rp27.000,” katanya.
Aadapun harga di pasaran saat ini sekitar Rp15.000. Rendahnya harga bawang merah ini menurutnya karena petani bawang merah memasuki musim panen raya. “Karena sudah panen raya. Petani di Sanden juga sudah panen semua,” kata dia.
Menurutnya, setiap musim panen raya pasti harga bawang merah akan turun. Hal ini dikarenakan stok yang melimpah sementara bawang merah tidak bisa disimpan lama, sehingga penawaran lebih tinggi dari permintaan. “Kalau hasil panennya kemaren bagus, cuma harganya yang rendah,” katanya.
BACA JUGA: Panen Bawang Merah Bantul Lebihi Angka Nasional
Sekretaris Kelompok Tani Lestari Mulyo Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Taman Yuwono, menuturkan untuk harga di pasar saat ini berkisar Rp15.000-Rp18.000 tergantung besar/kecilnya bawang merah. “Ada grade A, greade B, grade C,” kata dia.
Selain panen raya oleh petani di wilayah Bantul seperti Kretek dan Samas, harga yang rendah juga dipengaruhi masuknya bawang merah dari luar daerah ke Jogja. “Dari Nganjuk, Jawa Timur juga panen raya,” ungkapnya.
Dalam musim panen raya ini pun petani dari Nawungan juga sempat menjual bawang merah ke luar daerah dengan harga yang juga sudah turun. “Juli kemaren kami ke Brebes, ngirim, di sana nota [harga] sudah Rp20.000,” paparnya.
Dengan harga saat ini, petani menurutnya tidak mendapatkan untung dari hasil panennya. Untuk mendapatkan keuntungan, ia menyebut setidaknya harga dari petani Rp20.000. “Paling tidak Rp20.000 itu petani sudah untung,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Kemenpar menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE ASEAN melalui AI, penguatan talenta, dan peningkatan daya saing industri pariwisata.