Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Petugas memasang rambu peringatan bahaya di kawasan Pantai Parangtritis untuk mencegah adanya laka laut, Senin (24/4/2023)/Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, BANTUL—Dua orang wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis, Bantul dilaporkan terseret ombak pada Minggu (3/9/2023) sore. Keduanya sempat terbawa ombak ke tengah laut tapi berhasil diselamatkan oleh petugas yang tengah patroli.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis Arif Nugraha menjelaskan, dua orang wisatawan itu yakni AA, 20 dan BSW, 15 warga Kapanewon Triharjo, Kabupaten Sleman. Mereka berkunjung ke Parangtritis bersama rombongannya yang lain.
"Mereka berdua terlalu asyik main air di tepi pantai, kemudian secara tidak sadar sudah terseret arus ke palung menuju ke bagian tengah laut," jelasnya Senin (4/9/2023).
Menurut Arif bagian palung di Pantai Parangtritis memang cukup berbahaya. Wisatawan yang terseret arus biasanya tidak sadar bahwa kedalaman di area palung sangat membahayakan, terutama bagi mereka yang tidak mengenakan pelampung.
"Ombak kemarin itu tidak terlalu tinggi, cuman pas di palung kan susah berenangnya sehingga mereka terbawa ke tengah," ujarnya.
BACA JUGA: Asyik Bermain di Pantai Baru, Belasan Anak-Anak Disengat Ubur-ubur
Petugas yang melihat wisatawan tersebut berteriak meminta pertolongan langsung bergerak cepat memberikan bantuan. Personel SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis dan anggota Ditpolair Polda DIY berenang untuk menyelamatkan korban.
Beruntung korban dapat diselamatkan dan dibawa ke posko setempat untuk mendapat perawatan medis. "Tidak sampai terlalu parah kondisinya karena petugas langsung berenang menyelamatkan korban. Kita berikan pertolongan dan tidak mesti dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh wisatawan dan pengunjung di Pantai Parangtritis untuk tetap berhati-hati dan waspada saat bermain air. Perhatikan tanda bahaya dan rambu lapangan yang sudah terpasang di area itu.
"Ikuti dan patuh saja dengan imbauan dan larangan yang sudah tersedia. Keselamatan harus jadi nomor satu saat berwisata," pungkas Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.