Karang Taruna Goes to School Ajak Siswa SRMA 19 Siapkan Masa Depan
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Personel SAR Satlinmas IV Bantul mengobati anak-anak yang tersengat ubur-ubur di Pantai Baru, Minggu (3/9/2023)./Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 13 wisatawan yang berkunjung ke Pantai Baru, Bantul dilaporkan tersengat ubur-ubur. Kemunculan hewan itu disebut sudah berlangsung sejak Jumat (1/9/2023) lalu dan diprediksi masih ada sampai dengan Minggu (3/9/2023).
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho menjelaskan sebagian besar korban wisatawan yang tersengat itu masih berusia anak-anak. Mereka mengeluh mengalami sakit di bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur. Kemunculan hewan itu akibat terbawa ombak sampai ke tepi pantai. "Korbannya kebanyakan anak-anak yang sedang main dan mandi di tepi pantai. Mereka mengeluh kesakitan di bagian yang tersengat," kata Nugroho.
Nugroho menyampaikan, keberadaan ubur-ubur yang berbentuk gelembung berwarna putih kebiru-biruan itu tidak disadari oleh pengunjung terutama mereka yang masih anak-anak. Ketika sedang asyik bermain mereka lantas tersengat dan mengerang kesakitan. "Rata-rata bagian tubuh yang tersengat itu di bagian kaki, tangan, perut bahkan ada yang disengat di mulut. Banyak anak-anak yang menagis keras karena kesakitan" katanya.
BACA JUGA: Ubur-Ubur Bermunculan di Pantai Gunungkidul, Belasan Wisatawan Jadi Korban Sengatan
Personel SAR Satlinmas Wilayah IV yang berada di lokasi pun melakukan pertolongan kepada pengunjung yang tersengat. Mereka diberikan obat-obatan berupa cukak dan obat salep oles yang dikhususkan untuk mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur beracun. "Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit, semuanya hanya diobati di lapangan saja dengan obat-obatan yang kami sediakan sebagai antisipasi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.