Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul saat melihat pengembangan budidaya bawang merah di sekitar rumah di Kalurahan Kedungkeris, Nglipar. Foto diambil Kamis (7/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitaran rumah. Selain itu untuk memperkuat ketahanan pangan, juga bisa sebagai sarana meningkatkan pendapatan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan lahan di sekitar perkarangan rumah jangan dibiarkan kosong. Hal ini dikarenakan saat dimanfaatkan maka bisa mendatangkan hasil dari yang ditanam.
Dia tidak menampik, isu krisis pangan menjadi pembahasan utama. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan program pemanfaatan lahan perkarangan untuk pertanian. “Makanya kami terus mendorong agar lahan tidak dibiarkan kosong. Jadi, harus diolah agar produktif,” kata Raharjo, Jumat (8/9/2023).
Menurut dia, jenis yang ditanam tak harus melulu tanaman pangan. Pasalnya, lahan dapat ditanami berbagai tanaman hortikultura seperti bawang merah dan lain sebagainya. “Pasti ada manfaatnya karena bisa menambah penghasilan,” katanya.
BACA JUGA: Bausasran Jaga Ketahanan Pangan dengan Kampung Sayur
Raharjo mengungkapkan, proses pemanfaatan lahan di sekitaran perkarangan rumah untuk budidaya pertanian sudah ada yang berhasil. Salah satunya dilakukan oleh Sudomo, 72, warga Kedungkeris, Nglipar. Lansia ini berhasil mengembangkan budidaya bawang merah di area seluah 550 meter persegi. “Hasil bawang merah bagus dan panenya sudah ditawar Rp12 juta. Tentunya ini memiliki nilai manfaat yang baik,” kata Raharjo.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Adinoto mengatakan, prospek tanaman hortikultura di Gunungkidul sangat bagus dan hingga sekarang terus dikembangkan. Ia pun mendukung upaya pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk budidaya bawang merah. “Saya kira bisa karena perkarangan di Gunungkidul masih banyak yang kosong. Dengan pengembangan ini bisa surplus, tentunya warga juga bisa mendapatkan hasilnya,” kata Adinoto.
Dia menjelaskan, budidaya bawang merah di Gunungkidul mencapai 50 hektare. Adapu rinciannya lahan seluas 30 hektare berada di Kapanewon Semin. Sedangkan untuk Kapanewon Ngawen dan Semanu masing-masing sepuluh hektare. “Untuk hama gangguan saat ini sedikit sehingga hasil dari budidaya bisa lebih optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
10 rekomendasi mobil bekas untuk perempuan, dari Brio, Yaris, Jazz hingga Raize, dengan pilihan harga dan keunggulan masing-masing.
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Widow’s Bay memenangkan Serial Komedi Terbaik Emmy 2026 dan total meraih 14 piala setelah sebelumnya menang delapan kali di Creative Arts Emmys.
Tujuh tim masih sempurna di liga elite Eropa 2026/2027. Ada Barcelona, Arsenal, Man City, Inter, Roma, Dortmund, dan Freiburg.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.